MEWASPADAI UPAYA MENGAITKAN DAKWAH DENGAN TERORISME

terorismAlhamdulillah, pro-kontra seputar rencana Kepolisian untuk mengawasi para mubalig, para da’i atau para khatib yang biasa terlibat dalam kegiatan ceramah dan dakwah, khususnya pada Ramadhan ini, tampaknya akan segera berakhir. Informasi terkini menyebutkan, Kepolisian tidak akan mengawasi kegiatan dakwah terkait dengan pemberantasan terorisme. Pernyataan ini disampaikan Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri di depan wartawan Senin (24/8/2009). “Tidak pernah ada perintah kebijakan ini dilakukan. Saya katakan tidak pernah dan tidak akan ada,” tegasnya. “Mohon ini dipahami untuk tidak menjadi polemik yang berkepanjangan dan dimanfaatkan pihak lain sehingga menjadi keruh,” tambahnya (Hidayatullah.com, 24/8/2009). Baca lebih lanjut

Awas, Ada Pihak yang Mengail di Air Keruh dalam Isu Terorisme!

terorismSudah lebih dari tiga pekan, sejak terjadinya ledakan bom kembar di Ritz Carlton dan JW Marriot (17/07/2009) hingga sekarang, belum jelas benar penyelesaian kasus terorisme tersebut. Meski sudah ada kemajuan yang dicapai oleh pihak kepolisian dalam mengusut kasus ini.

Sejak awal, tokoh-tokoh ormas, partai dan gerakan Islam telah mengingatkan, agar tidak mengaitkan isu terorisme ini dengan Islam. Karena memang tidak ada kaitannya. Tetapi, ibarat cek kosong, isu terorisme ini bisa digunakan oleh siapapun, dan untuk kepentingan apapun. Baca lebih lanjut

Terorisme dan Stigmatif Negatif Perjuangan Syariah dan Khilafah

intelijenMantan Kepala BIN A.M Hendropriyono kembali mengundang kontroversi. Dalam wawancara dengan TV One 29/7/2009) Hendropriyono berusaha mengkaitkan antara terorisme dengan apa yang dia sebut sebagai wahabi radikal. Menurutnya wahabi radikal merupakan lingkungan yang cocok (habitat) bagi terorisme. Tidak hanya itu, Hendropriyono juga mengkaitkan wahabi radikal dengan Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin. Baca lebih lanjut

Bom Hotel Ritz Carlton dan JW Marriot : Jangan Latah Mendiskreditkan Islam

Wawancara SCTV  dengan Andi Wijayanto begitu dini mengatakan indikasi keterlibatan kelompok Islam dalam pemboman tersebut. Dalam wawancara tersebut (siang 17/7/2009) ia menyebukan pelakunya pastilah kelompok dengan IDEOLOGI YANG KUAT. Walau kebanyakan pelaku pengeboman katanya “terbukti” banyak dilakukan oleh kelompok-kelompok Islam tertentu, namun sebelum segalanya terbukti, sebaiknya kita jangan latah dulu untuk langsung menyudutkan Islam.  Karena mayoritas kelompok Islam juga mengutuk dan tidak setuju metode perjuangan dengan cara kekerasan dan amoral seperti itu. Aksi-aksi pengeboman selama ini juga belum tentu murni dilakukan oleh kelompok Islam tertentu. Saya pikir “teori konspirasi” bisa menjelaskan banyak hal tentang kejadian seperti ini. Baca lebih lanjut