Sholat dengan Santun

sholat

Saya tinggal di suatu rumah yang berhadapan langsung dengan speaker salah satu musholla di kota Surabaya. Musholla yang menjadi tempat ibadah warga  satu RT itu kerap menjadi biang keributan dan mengganggu ketentraman warga, terutama ketentraman saya. Jangan harap bisa sholat dengan tenang di rumah (bila terlambat sholat berjamaah) bila speaker musholla itu telah dihidupkan… Ributnya minta ampun. Saya terus terang tergangu. Saya pikir semua orang akan terganggu. Apalagi suara imam yang memimpin sholat jama’ah itu melengking serak-serak banjir. Sebelum adzan dikumandangkan, suara orang mengaji sudah dibunyikan lewat loudspeaker masjid atau musholla. Tidak sebagaimana di zaman Rasulullah, tak ada bunyi-bunyian lain sebelum azan selain azan merdu yang dikumandangkan oleh Bilal. Musholla yang seharusnya menjadi sumber kedamaian itu menjadi sumber ketidaktenangan masyarakat di sekitarnya. Baca lebih lanjut

Iklan