Beudoh hai aneuk, Tajak u Aceh

Pantai batu Putih Meulaboh

Pantai Batu Putih Meulaboh, Aceh Barat

Senandung Rafly ‘Ya Rabbana’ mengalun syahdu dari kamarku. Rafly adalah penyanyi Aceh yang terkenal dengan lagu-lagu religinya. Sya’ir lagu itu membuka kembali ingatanku tentang Aceh. Ternyata hari ini adalah tahun keenam  bencana Tsunami Aceh. Bencana yang pernah meluluhlantahkan pesisir Aceh dan membawa duka mendalam.  Aceh memang bukan tanah kelahiran saya, tapi Aceh adalah bagian dari perjalanan hidupku. Sepenggal usiaku kuhabiskan disana. Berjuta kenangan telah terukir dalam benak dan lubuk hatiku. Baca lebih lanjut

Iklan

Antara Teungku dan Teuku

Tulisan ini sengaja saya buat untuk refleksi penerapan syariat Islam di Aceh. Walaupun sudah 7 bulan saya meninggalkan Tanah Rencong itu, namun semua memori tentang Aceh masih melekat erat dalam benakku. Saat ini syariat Islam di Aceh telah diterapkan selama 7 tahun. Namun apa yang saya saksikan selama 4 tahun tinggal di Aceh adalah penerapan setengah hati syariat yang seolah hanya untuk menenangkan keinginan rakyat Aceh yang rindu akan penerapan syariat Islam. Penerapan syariat yang kebanyakan sebatas simbol dan slogan politik ada kaitanya dengan ‘perseteruan’ antara Teungku dan Teuku yang ada di Aceh. Baca lebih lanjut

Syariat Islam Laris Manis

Sebenarnya umat Islam baik Indonesia maupun di negeri-negeri Islam yang lain sebagian besar menginginkan penerapan Syariat Islam. Hanya pihak-pihak tertentu yang menolak syariat dan kemudian di ‘blow up’ oleh ‘media’ untuk menimbulkan kesan bahwa Syariat Islam seolah tidak laku lagi. Padahal beberapa hasil survei menunjukkan masih tingginya animo masyarakat terhadap Syariat Islam. Berikut saya sudah mengumpulkan beberapa hasil survey tentang penerapan Syariat Islam : Baca lebih lanjut

Pembuktian Perzinahan

ilustrasiSekerumunan warga berkumpul di depan puskesmas tempat tugas saya di salah satu kabupaten di Aceh. Dua orang perwakilannya kemudian menemui saya dan mengutarakan maksud mereka. Mereka ingin membuktikan adanya perselingkuhan dengan memeriksa adanya tanda persetubuhan dan sisa sperma pada kemaluan kewanita yang mereka tangkap dengan tuduhan perselingkuhan yang baru terjadi denga seorang pria yang sudah tidak sempat ditangkap di tempat kejadian. Wah..Ada-ada saja keinginan warga ini. Beberapa waktu yang lalu beberapa orang pasangan mesum yang tertangkap tangan oleh warga telah di cambuk di depan masjid raya kabupaten ini. Sayapun sempat menjadi tim medis proses eksekusi. Baca lebih lanjut

Menimbang Syariat Islam di Aceh

hukum cambuk (serambinews)Saya menginjakkan kaki pertama kali di Aceh tanggal 2 Januari 2005. Seelah keluar pintu Bandara Sultan Islakandar Muda terpampang sebuah baligo besar yang bertuliskan “SELAMAT DATANG DI NEGERI SYARIAT”. Namun beberapa waktu lalu tatkala sy berkunjung ke Banda Aceh, tulisan pada baligo itu sdh berubah. Pada awalnya sy membayangkan kondisi penerapan syariat Islam di Aceh akan mirip cerita dalam kitab-kitab yang mennggambarkan  keadaan pada zaman dimana Islam diterapkan atau minimal seperti suasana di Arab Saudi. Namun ternyata masih jauh panggang dari api. Walau saya akui bahwa suasana “Islam” di Aceh sudah cukup membuat saya nyaman dan betah tinggal di Aceh. Baca lebih lanjut

Pulang Kampung Vs Tinggal di Aceh

Kini sudah saatnya utk pulang kampung? Entahlah.. Sampai saat ini sy masih bingung. Sy akui bahwa negeri orang lebih baik dari negeri sendiri. Disaat sudah mapan di neger orang, sy tetap berpikir untuk pulang kampung. Ada bbrp alasan mengapa sy msh berpikir demikian. Baca lebih lanjut

Ironisme di Negeri Syariat

Ada beberapa hal yang ironi dan aneh di negeri yang bernama Nanggroe Aceh Darussalam. Sudah cukup lama dimulai penerapan syariat, namun sampai saat ini masih jauh panggang dari api. Bahkan di Kabupaten Nagan Raya tempat saya berdomisili sekarang pilar pembangunan yang pertama adalah penerapan syariat Islam yang kaffah. Pada ulang tahun kabupaten ini selalu tertulis ” Dengan memperingati hari ulang tahun Nagan Raya yang ke … kita tingkatkan penerapan syariat Islam yang kaffah” Namun itu cuma sebatas di spanduk dan slogan pembangunan saja. Tidak ada langkah konkrit. Baca lebih lanjut