Balada Jamkesmas

“Dok, bagaimana ya.. Saya terus terang tidak punya uang untuk membiayai pengobatan suami saya.” Seorang ibu-ibu separuh baya itu berbicara padaku. Ada raut sedih dan khawatir yang terukir di wajahnya.

“Bu, usahakan  ada yang mengurus Jamkesmasnya besok ya.. Kalau tidak Bapak akan dikenakan bayaran sebagai pasien umum. Kondisi Bapak gawat darurat, harus ditangani secepatnya” Saya mencoba menjelaskan pada istri pasien  yang sakit perut dan  tidak bisa kencing beberapa hari di ruang gawat darurat. Baca lebih lanjut

Iklan

Ketika Ganja Jadi Rumput Liar

ilustrasi ganja jadi rumput liar (jabir.doc)“Tolonglah ditanda tangani, Dok. Saya tidak bisa PNS 100% kalau Dokter tidak mau tanda tangan. Beberapa teman saya yang sering pakai ganja, tapi kenapa mereka tidak positif pake ganja?”

“Mungkin mereka tidan pernah pake dalam beberapa hari ini, jadi tidak terdeteksi ganja dalam air kencing mereka” Saya hanya bisa menjelaskan demikian. Biasanya paling lama 5-6 hari berada dalam air seni. Dua tahun berturut-turut saya diamanahkan menjadi anggota Tim Pemeriksa Kesehatan kabupaten untuk CPNS yang akan diangkat jadi PNS 100%. Setiap CPNS diharuskan bebas narkoba dengan surat keterangan bebas narkoba. Baca lebih lanjut

Pembuktian Perzinahan

ilustrasiSekerumunan warga berkumpul di depan puskesmas tempat tugas saya di salah satu kabupaten di Aceh. Dua orang perwakilannya kemudian menemui saya dan mengutarakan maksud mereka. Mereka ingin membuktikan adanya perselingkuhan dengan memeriksa adanya tanda persetubuhan dan sisa sperma pada kemaluan kewanita yang mereka tangkap dengan tuduhan perselingkuhan yang baru terjadi denga seorang pria yang sudah tidak sempat ditangkap di tempat kejadian. Wah..Ada-ada saja keinginan warga ini. Beberapa waktu yang lalu beberapa orang pasangan mesum yang tertangkap tangan oleh warga telah di cambuk di depan masjid raya kabupaten ini. Sayapun sempat menjadi tim medis proses eksekusi. Baca lebih lanjut

Malpraktek Lagi

malpraktekSiang yang panas menyengat. Poli rawat jalan puskesmas tempat saya bertugas baru usai. Poli rawat jalan ini buka sejak pukul 08.15 sampai pukul 12.15. Pasien sekitar 50 orang hari ini bisa diselesaikan dalam waktu 4 jam. Padahal standar pelayanan sebenarnya minimal satu pasien ditangani dalam 15 menit. Waktu 4 jam seharusnya hanya untuk 16 pasien namun saya menggunakannya untuk 50 orang pasien :-). Berarti satu pasien bisa dilayani hanya dengan 5,2 menit.  Seharusnya perlu waktu 750 menit (12,4 jam). Tangan masih pegal setelah menulis status dan resep 50 pasien. Diagnosa kilat, resep komplit ala puskesmas, bila perlu periksa laboratorim sedehana atau menulis resep untuk diambil di apotek terdekat. Istrahat dulu sebebentar di UGD. Ada beberapa pasien di dalam yang hanya ganti perban luka saja. Perawat UGD yang melayani mereka. Baca lebih lanjut

Mengapa Mesti Ada Perpisahan?

Salah satu kata yg paling berat untuk sy katakan dan dengarkan adalah kata ‘perpisahan’. Mudah untuk dituliskan, namun begitu berat untuk dihadapi. Namun mungkin bila tdk ada kata perpisahan, tidak akan ada kata pertemuan. Kedua kata itu adalah 2 hal yg tidak bisa dipisahkan. Bila ada pertemuan pasti akan ada perpisahan. Tatkala Nabi Adam AS diciptakan dan menemukan dirinya tinggal di surga, beberapa saat kemudian dia harus rela berpisah dgn surga yg penuh kenikmatan. Nabi Adam AS hijrah ke dunia yg unik, penuh warna dan tantangan. Inilah mungkin awal mula sejarah kata pertemuan dan perpisahan bagi anak manusia. Baca lebih lanjut

Pengobatan Gratis, Menzalimi Petugas Medis

Ada beberapa hal yg melatarbelakangi kenapa saya mengatakan demikian.
1. Gaji dan insetif petugas kesehatan terlalu rendah.
Pengobatan gratis otomatis akan memperbanyak jumlah kunjungan ke Puskesmas. Tenaga Puskesmas memang cukup, tapi insentif mereka sangat rendah bahkan dibawah standar.Apalagi sebagian besar perawat masih merupakan tenaga honorer dan kontrak terbatas. Gaji termasuk tunjangan perawat PNS golongan II sekitar 1,5 juta. Itu sudah lumayan. Baca lebih lanjut