Nyanyian Rindu

Sepi kaku membisu
Riak malam perlahan kelabu
Hadirkan rindu menggelayut sendu
Susuri jalan cinta  berliku

Andai senja dan mega tak lagi berpadu
Kutitip salam pada sang bayu
Dendangkan padanya nyanyian rindu
Kisahkan padanya apa rasaku

Andai dikau dirundung rindu
Tulis namaku dalam hatimu
Di penghujung malam sebut namaku
Nantikan hadirku dalam mimpimu

Soerabaja, 6/3/2011
@mellow mode on

Cinta Sebatas mimpi

“Aku takut, ini semua hanya ada dalam mimpiku.”
Sebuah sms menyadarkan aku dari lamunan panjang. Hpku kadang terlalu kuat bergetar sehingga kadang aku kaget karenanya. Ada pesan singkat dari nomor “selingkuh-an”. Yah… apa memang selama ini saya pernah memberikan sebuah mimpi padanya? Entahlah. Namun jujur aku katakan, aku hanya ingin dia bahagia bersama orang yang mencintainya.  Walau sering ia katakan bahwa terlalu sulit untuk mencintai orang yang mencintai dirinya. Aku tidak ingin mengganggunya apalagi memberikan harapan yang hanya sebatas mimpi belaka. Mimpi yang  hanya sebatas angan. Mimpi yang tak akan pernah wujud dalam realita.

Apa yang akan terjadi bila ada seseorang yang mencintai kita dan ternyata sangat sulit bagi kita untuk mencintanya? Sulit menyemai dan memupuk cinta padanya?  Sy juga tidak tahu pasti apa yang akan terjadi. Namun bagi sy cinta  itu akan tumbuh dengan kebersamaan dan interaksi yang terus menerus.  Hanya persoalan waktu saja.  Cuma terkadang kita terlalu mengikuti perasaan dan sulit untuk mengalahkan serta berdamai dengan diri sendiri. Cinta memang harus dilogikakan. Untuk apa menangisi burung yang berterbangan di angkasa sementara ada seekor burung yang telah kita miliki dan sangat bersahabat pada kita?