Rindu di Ujung Malam

Hidup tidak selalunya indah.
Langit tak selalu cerah.
Suram malam tak berbintang.
Itulah lukisan alam.

Lirik nasyid lawas Hijazz itu mengantarku ke ujung malam yg sepi. Orang bilang hidup memang seperti itu. Tak selamanya bahagia. Tak selamanya jg akan sengsara. Suka dan duka mesti silih berganti. Bila duka selamanya, itu namanya kemalangan. Bila senang tak berujung, itu namanya syurga dunia. Namun mesti waspada pada nikmat dunia krn bisa menuntun kita ke arah kelalaian akan kehidupan akhirat. Baca lebih lanjut

Akhirnya, pensiun jadi Mafia

“ Selamat, Pak.Anda jadi mafia..” Seorang jamaah menyalami sy setelah sholat maghrib. Ia tersenyum. Entah apa arti senyumnya. Jadi mafia ??? Semoga hal itu tidak terjadi.

Beberapa saat yg lalu ketika sy pernah bergabung di dunia birokrasi. Dunia yang penuh dengan intrik politik. Lahan yang subur untuk koruptor. Berbagai macam skandal mewarnai dunia yang menurut sebagian orang sangat dekat dengan api neraka. Menjadi pejabat struktural memang sangat berpotensi untuk menjadi mafia. Baca lebih lanjut

Mengapa Mesti Ada Perpisahan?

Salah satu kata yg paling berat untuk sy katakan dan dengarkan adalah kata ‘perpisahan’. Mudah untuk dituliskan, namun begitu berat untuk dihadapi. Namun mungkin bila tdk ada kata perpisahan, tidak akan ada kata pertemuan. Kedua kata itu adalah 2 hal yg tidak bisa dipisahkan. Bila ada pertemuan pasti akan ada perpisahan. Tatkala Nabi Adam AS diciptakan dan menemukan dirinya tinggal di surga, beberapa saat kemudian dia harus rela berpisah dgn surga yg penuh kenikmatan. Nabi Adam AS hijrah ke dunia yg unik, penuh warna dan tantangan. Inilah mungkin awal mula sejarah kata pertemuan dan perpisahan bagi anak manusia. Baca lebih lanjut

Cinta Sebatas mimpi

“Aku takut, ini semua hanya ada dalam mimpiku.”
Sebuah sms menyadarkan aku dari lamunan panjang. Hpku kadang terlalu kuat bergetar sehingga kadang aku kaget karenanya. Ada pesan singkat dari nomor “selingkuh-an”. Yah… apa memang selama ini saya pernah memberikan sebuah mimpi padanya? Entahlah. Namun jujur aku katakan, aku hanya ingin dia bahagia bersama orang yang mencintainya.  Walau sering ia katakan bahwa terlalu sulit untuk mencintai orang yang mencintai dirinya. Aku tidak ingin mengganggunya apalagi memberikan harapan yang hanya sebatas mimpi belaka. Mimpi yang  hanya sebatas angan. Mimpi yang tak akan pernah wujud dalam realita.

Apa yang akan terjadi bila ada seseorang yang mencintai kita dan ternyata sangat sulit bagi kita untuk mencintanya? Sulit menyemai dan memupuk cinta padanya?  Sy juga tidak tahu pasti apa yang akan terjadi. Namun bagi sy cinta  itu akan tumbuh dengan kebersamaan dan interaksi yang terus menerus.  Hanya persoalan waktu saja.  Cuma terkadang kita terlalu mengikuti perasaan dan sulit untuk mengalahkan serta berdamai dengan diri sendiri. Cinta memang harus dilogikakan. Untuk apa menangisi burung yang berterbangan di angkasa sementara ada seekor burung yang telah kita miliki dan sangat bersahabat pada kita?