Tips Menghindari & Menghadapi Tuntutan Pasien

malpraktekProfesi sebagai seorang dokter menurut kebanyakan orang adalah profesi mulia. Seseorang dengan predikat dokter seolah dituntut untuk ma’shum (tidak pernah salah) dalam menjalankan profesinya. Tidak banyak orang yang akan memperhitungkan kebaikan yang telah di lakukan dokter, tapi sekali melakukan satu kesalahan saja  maka dokter terancam masuk penjara dan mungkin akan kehilangan profesi sebagai dokter akibat tuntutan malpraktek atau delik hukum lainnya.

Sebenarnya tidak ada istilah malpraktek dalam ranah hukum Indonesia yang mengadopsi hukum Continental dari Belanda. Istilah malpraktek hanya ada pada hukum Anglosaxon seperti di Amerika Serikat. Dalam hukum pidana (KUHP), yang ada hanya kelalaian. Diharapkan dengan disahkannya Undang-Undang Kesehatan yang baru (2009), delik hukum dalam dunia kedokteran/kesehatan  kebanyakan tidak lagi terkait dengan masalah pidana. Baca lebih lanjut

Hak Pasien atas Informasi Medis

etik kedokteranSaat ini profesi kedokteran dan pelayanan kesehatan telah menjadi sasaran kritik dan sorotan media massa, terutama setelah adanya kasus Prita Mulyasari. Prita harus mendekam dalam penjara akibat e-mail kepada teman-temannya yang berisikan keluh kesahnya tentang pengalamannya di Rumah Sakit Omni tersebar luas di dunia maya. Kasus Prita menunjukkan hubungan antara dokter – pasien yang kurang lancar dan komunikasi yang kurang baik sehingga menimbulkan kesalahpahaman pasien terhadap dokter yang menanganinya. Masalah komunikasi dokter-pasien ini yang ditengarai menjadi biang kerok utama terjadinya masalah antara dokter dan pasien. Baca lebih lanjut

Meningkatkan Kepuasan Pasien

Ketika anda mengetik frasa “kepuasan pasien”  melalui Google makan akan muncul sekitar 195,000 hasil telusur untuk kepuasan pasien. (0.21 detik) dan sekitar 21,200 hasil telusur untuk ketidakpuasan pasien. (0.32 detik). Hal ini bisa menunjukkan bahwa kepuasan pasien memang banyak dibahas dalam praktek pelayanan medis dan merupakan masalah serius yang menjadi perhatian utama penyedia layanan medis di Indonesia. Kasus malpraktek pada dasarnya muncul karena adanya ketidakpuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang mereka terima. Baca lebih lanjut

Pura-pura dalam perahu, kura-kura tidak akan tahu

kura-kuraPagi ini saya ‘nongkrong’ di UGD. Pasien banyak berjubel. UGD agak sesak oleh pasien gawat. Seorang pasien wanita yang masih berpakaian dinas dibopong masuk. Umurnya sekitar 20-25 tahun. Nampaknya sesak nafas luar biasa. Hmm… Ini bukan sesak biasa. Perawat memberikan oksigen dengan cepat. Tapi sesak pasien ini aneh. Gak mau diberikan oksigen. Hehe… setelah kuperiksa… ini sesak pura-pura. Baca lebih lanjut

Sulitnya Menjerat Dokter

Kasus yang diduga malpraktek sebenarnya sudah begitu banyak. Namun sampai saat ini hanya satu-dua kasus yang berhasil menjerat dokter sampai ke pengadilan. Banyak kasus yang berhenti di tengah jalan, karena terbentur pada banyak hal. Begitu sulitkah menjerat dokter dalam kasus malpraktik? Hehe…. Ada kawan saya yg mengatakan bahwa mafia terbesar di Indonesia adalah Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Berikut ini beberapa alasan mengapa sulit menjerat dokter : Baca lebih lanjut

PEMBUKTIAN MALPRAKTEK DALAM PELAYANAN KESEHATAN

Meningkatnya kesadaran masyarakat akan hak-haknya merupakan salah satu indicator positif meningkatnya kesadaran hukum dalam masyarakat. Sisi negatifnya adalah adanya kecenderungan meningkatnya kasus tenaga kesehatan ataupun rumah sakit di somasi, diadukan atau bahkan dituntut pasien yang akibatnya seringkali membekas bahkan mencekam para tenaga kesehatan yang pada gilirannya akan mempengaruhi proses pelayanan kesehatan tenaga kesehatan dibelakang hari. Secara psikologis hal ini patut dipahami mengingat berabad-abad tenaga kesehatan telah menikmati kebebasan otonomi paternalistik yang asimitris kedudukannya dan secara tiba-tiba didudukkan dalam kesejajaran. Masalahnya tidak setiap upaya pelayanan kesehatan hasilnya selalu memuaskan semua pihak terutama pasien, yang pada gilirannya dengan mudah menimpakan beban kepada pasien bahwa telah terjadi malpraktek. Baca lebih lanjut