Tiga Kota, Dua Hati, Satu Cinta

cinta

Tak ada manusia yang mengetahui jalan hidupnya di masa depan. Kita hanya bisa memilih jalan yang akan kita lalui. Kemudian kita harus takluk pada liku jalan yang telah kita pilih. Apapun pilihan kita, yakinkan diri bahwa itulah jalan hidup yang mesti ditempuh. Jalani dengan optimis dan lakukan yang terbaik. Jangan pernah menoleh ke belakang untuk menangisi keputusan yang telah kita ambil.

Nenek moyangku pelaut dan pengembara. Ayah dan kakek saya dikenal sebagai pelaut ulung di kampung halaman dan telah menjelajahi hampir sebagian besar nusantara. Ketika aku masih kecil, Ayah sering meninggalkan kami untuk berlayar sampai berbulan-bulan. Mungkin darah pelaut dan pengembara itu ikut mengalir juga dalam denyutan nadiku. Sehingga ketika dewasa, salah satu obsesi saya adalah ingin merantau di negeri orang, kalau bisa mengelilingi nusantara. Baca lebih lanjut

Iklan

Gelang Cinta

Tuliskan apa yang kamu rasakan

Rasakan apa yang kamu pikirkan

Pikirkan apa yang kamu tuliskan

Dulu kadang aku curiga pada diri sendiri¬† bahwa aku manusia berhati badak. Namun tatkala aku menemukan dirinya, semua berubah. Hembusan cinta yang tak pernah padam merubah bentuk hatiku yang kasar dan datar menjadi ¬†bentuk daun waru nan indah memerah. Aku tak perlu lagi meminjam hati Nabi Adam untuk bisa merindu Siti Hawa. Tak butuh pikiran Majnun yang gila mencintai Laila. Roman Romeo dan Juliet tak perlu kukhatamkan agar bisa ‘sedikit’ mengerti makna cinta. Baca lebih lanjut