Bila Agama Sebatas Candu

Aku bersimpuh, tertunduk, ada damai yg menyelimuti jiwa. Detakan jantungku seirama zikir yang telantun dalam lisan. Seakan ada badai endorfin yg menggelegak dalam darahku. Aku meringkuk di sudut musholla yang sudah jarang aku sambangi. Damai. Aku seakan tidak ingin bangkit, ketika pengurus musholla memberitahu bahwa kendaraan saya menghalangi kendaraan lain untuk keluar dari tempat parkir. Baca lebih lanjut

Iklan