Mendadak Muhammadiyah

parepare

Perbedaan hari raya Idul Fitri kembali terjadi terjadi (lagi) di negerinya para wali ini. Sebagian umat muslim di Indonesia telah merayakan idul fitri hari ini.  Secara “resmi” dirayakan esok hari.  Ada yang melaksanakannya hari ini karena mengikuti Muhammadiyah ataupun mengikuti ru’yat global yang menganut pendapat bahwa bila disatu tempat dimanapun di dunia ini telah terlihat hilal 1 Syawal, maka berarti hari ini sudah Idul Fitri. Warga Muhammadiyah menentukan awal dan akhir Ramadhan dengan metode hisab (perhitungan). Hampir semua negara tetangga kita telah melaksanakan shalat Id hari ini, namun pemerintah kita menetapkan 1 Syawal jatuh pada esok hari, 31 Agustus 2011. Baca lebih lanjut

Iklan

Berbagi Tak Pernah Rugi

saling-berbagiSecara kasat mata berbagi adalah memberikan sebagian yang kita miliki kepada orang atau pihak lain dan otomatis akan mengurangi apa yang kita miliki. Berkurangnya apa yang kita miliki berarti kita mengalami kerugian. Namun bila kita melihat hakikat yang sebenarnya, berbagi itu pada hakikatnya tak pernah rugi. Kita bisa mengkaji beberapa contoh : Baca lebih lanjut

Menimbang Mudik Lebaran

mudik-motorMudik merupakan agenda tahunan rakyat Indonesia yang penuh warna, sejuta rasa, dan aneka rasa. Agenda ini memang serangkai dengan perayaan hari besar Islam yakni idul fitri dan idul adha. Pulang ke kampung halaman sekaligus merayakan hari raya bersama keluarga dan handai taulan. Ada kumparan magnet tersendiri yang menarik dengan begitu kuat para perantau untuk menyediakan dan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan keperluan mudik. Kadang walau dengan penuh resiko bahkan kehilangan nyawa sekalipun. Baca lebih lanjut

Demi Mercon

“Nak, nanti dibelikan mercon yah.. asal mau dipasang infus di tangannya.”
Perlahan anak itu berhenti menangis ketika akan diinfus setelah mendengar janji ibunya akan dibelikan mercon bila mau diinfus. Setelah diperiksa darahnya ternyata ia menderita Demam Berdarah. Lebaran bagi anak-anak mungkin identik dengan mercon dan petasan. Apapun akan dilakukan untuk bisa memperoleh kedua benda tersebut.

Hal yang dibeli dari petasan adalah bunyinya. Namun ketika petasan yang dibeli meledak, merekapun akan menutup telinga. Demikian pula dengan mercon, yang dibeli adalah bunyi dan cahaya yang dihasilkannya, namun tatkala dilepaskan kadang anak-anak itu menutup mata dan telinga. Jadi apa yang mereka inginkan dari mercon dan petasan? Kebahagiaan dan kebersamaan dengan kawan-kawannya. Keinginan untuk memiliki apa yang dimiliki oleh temannya yang lain. Kesenangan untuk melakukan apa yang dilakukan oleh anak yang lain.

Tersingkirnya Kartu Lebaran

Beberapa tahun silam ketika sy msh SMA, sekitar tahun 1998, kartu lebaran masih begitu populer. Di akhir ramadhan penjual dan pelukis kartu lebaran dapat kita temukan dimana-mana. Namun sekarang kok sudah sangat jarang. Bahkan di tempat saya sekarang sampai hari ini tak ada satupun penjual kartu lebaran apalagi pelukis kartu lebaran. Padahal lukisan kartu lebaran punya nilai seni tersendiri. Saya melihat ada beberapa hal yang menyebabkan tersingkirnya kartu lebaran : Baca lebih lanjut

Mudik Sejuta Rasa

Mudik merupakan agenda tahunan rakyat Indonesia yang penuh warna, sejuta rasa, dan aneka rasa. Agenda ini memang serangkai dengan perayaan hari besar Islam yakni idul fitri dan idul adha. Pulang ke kampung halaman sekaligus merayakan hari raya bersama keluarga dan handai taulan. Ada kumparan magnet tersendiri yang menarik dengan begitu kuat para perantau untuk menyediakan dan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan keperluan mudik. Kadang walau dengan penuh resiko bahkan kehilangan nyawa sekalipun.

Namun berkaitan dengan fenomena mudik lebaran ada beberapa hal yang mesti dikaji ulang. Pertama : mudik yang dilakukan di akhir puasa ternyata mengurangi bahkan menghilangkan konsentrasi orang berpuasa di akhir ramadhan. Sepuluh terakhir puasa seharusnya orang lebih beribadah. Hampir semua waktu tercurah untuk keperluan mudik. Padahal ramadhan hanya setahun sekali dan belum tentu umur kita masih menyampaikan kita di ramadhan tahun depan. Mudik bisa dilakukan sepanjang tahun. Biarlah ramadhan memberikan kita waktu untuk beribadah. Apalagi pada sepuluh hari terakhir ramadhan dimana didalamnya terdapat satu malam yang lebih utama dari seribu bulan.

Kedua : Mudik selalu menelan banyak korban. Mudik kali ini sudah ‘mencabut nyawa’ 390 orang dengan kecelakaan yang lebih dari seribu kasus. Walau ajal memang telah ditentukan oleh Sang Pencipta, namun yang tercabut nyawanya di jalanan terlalu banyak. Hal ini memerlukan perhatian yang serius dari pemerintah dan kesadaran yang tinggi dari pemudik.

Ketiga : Mudik merupakan salah satu saranamengabiskan uang yang efektif

Mudik Sejuta Rasa

Mudik merupakan agenda tahunan rakyat Indonesia yang penuh warna, sejuta rasa, dan aneka rasa. Agenda ini memang serangkai dengan perayaan hari besar Islam yakni idul fitri dan idul adha. Pulang ke kampung halaman sekaligus merayakan hari raya bersama keluarga dan handai taulan. Ada kumparan magnet tersendiri yang menarik dengan begitu kuat para perantau untuk menyediakan dan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan keperluan mudik. Kadang walau dengan penuh resiko bahkan kehilangan nyawa sekalipun.

Namun berkaitan dengan fenomena mudik lebaran ada beberapa hal yang mesti dikaji ulang. Pertama : mudik yang dilakukan di akhir puasa ternyata mengurangi bahkan menghilangkan konsentrasi orang berpuasa di akhir ramadhan. Sepuluh terakhir puasa seharusnya orang lebih beribadah. Hampir semua waktu tercurah untuk keperluan mudik. Padahal ramadhan hanya setahun sekali dan belum tentu umur kita masih menyampaikan kita di ramadhan tahun depan. Mudik bisa dilakukan sepanjang tahun. Biarlah ramadhan memberikan kita waktu untuk beribadah. Apalagi pada sepuluh hari terakhir ramadhan dimana didalamnya terdapat satu malam yang lebih utama dari seribu bulan.

Kedua : Mudik selalu menelan banyak korban. Mudik kali ini sudah ‘mencabut nyawa’ 390 orang dengan kecelakaan yang lebih dari seribu kasus. Walau ajal memang telah ditentukan oleh Sang Pencipta, namun yang tercabut nyawanya di jalanan terlalu banyak. Hal ini memerlukan perhatian yang serius dari pemerintah dan kesadaran yang tinggi dari pemudik.

Ketiga : Mudik merupakan salah satu saranamengabiskan uang yang efektif