Mengejar Mimpi

Hari ini sudah tanggal 22 Mei 2009. Hari2 terasa begitu cepat. Tinggal menunggu waktu ketika saya sudah harus meninggalkan salah satu tanah pengabdian di ujung barat gugusan pulau Nusantara yang hampir lepas dari NKRI ini. Aceh… berat rasanya untuk mengatakan selamat tinggal padamu. Namun itu harus terjadi. Hidup tidak pernah datar.  Kalau bisa harus menanjak ke arah yang lebih baik. Pengembaraan mesti berlanjut… jalan masih panjang. Baca lebih lanjut

Wali Nanggroe

Beberapa hari ini Aceh sedang diliputi demam wali nanggroe dengan datangnya sang wali dari Swedia. Tgk Hasan Tiro sebagai Wali Nanggroe terakhir tengah berkunjung ke Indnesia. Di lain pihak raqan wali nanggroe yang sedag dibahas di DPRA belum diketahui bagaimana nasibnya. Kedudukan wali juga belum jelas. Apakah berada di bawah gubernur atau setara gubernur atau bahkan mungkin lebih tinggi dari gubernur. Konsepnyapun masih dalam pertentangan. Akankah seperti imamah di Iran, atau seperti Sultan di Yogyakarta, ataukah hanya sekedar pemangku adat. Berikut ini adalah tulisan yang membahas ttg wali nanggroe tsb.

Baca lebih lanjut

Prediksi Kemenangan Partai Aceh

Partai ACEH yg pada awalnya bernama Partai GAM menurut prediksi saya akan mendulang suara terbanyak di Aceh pada Pemilu 2009 nanti. Kemarin ketika sy melewati pantai barat Aceh, riak-riak tanda kemenangan itu terlihat jelas. Bendera Partai Aceh sudah berkibar dimanalmana. Walau mungkin masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan seperti itu. Ada beberapa alasan yg membuat mengapa sy memprediksi seperti itu : Baca lebih lanjut

Hikayat Jilbab Aceh

Alkisah, pekan raya budaya melayu tahun ini diadakan di Banda Aceh. Acara ini diikuti oleh 13 negara yg mempunyai rumpun melayu. Kebetulan sy sedang di Banda Aceh dalam rangka mengikuti pelatihan. Pawai di pagi hari tanggal 20 Agustus begitu meriah. Jalan2 sempat macet. Sore hari sy menyempatkan diri ke Masjid Baiturrahman. Di sana ada pameran manuskrip melayu kuno dan foto-foto pahlawan Aceh dari jaman ke jaman sampai pada MoU perdamaian RI-GAM di Helsinki. Pahlawan wanita ternyata lebih banyak. Namun yg mengherankan, kok tidak ada satupun yg pake jilbab yg sebenarnya. Baca lebih lanjut