Vonis Dokter

“Saya divonis kanker oleh dokter disana. Katanya kemungkinan sembuhnya hampir tidak ada.” Lelaki separuh baya itu meraba perutnya yang membesar sambil berbicara pada saya.

” Makanya saya dirujuk kesini, karena di rumah sakit disana belum ada obatnya.”

Frasa ‘vonis dokter’ itu kembali saya dengar dari lisan pasien. Padahal setahu saya vonis itu hanya dikenal dalam dunia pengadilan. Ada kesan bahwa apa yang dikatakan oleh dokter tentang penyakit pasien adalah sesuatu yang tidak bisa berubah sebagaimana keputusan seorang hakim pada terdakwa suatu kasus. Baca lebih lanjut

Sholat, Dokter, dan Pasien

Dua waktu sholat telah lewat. Saya sengaja berlama-lama di salah satu bangsal rumah sakit sambil mengerjakan tugas dan ingin melihat berapa pasien yang melakukan sholat ketika waktu sholat tiba sampai berakhir. Namun apa yang terjadi kemudian adalah saya tidak menemukan satu pasienpun yang melakukan sholat. Bangsal lain sepertinya tidak jauh berbeda. Kalaupun ada yang sholat, tidak cukup dari separuh pasien.

Saya pernah bertanya kepada salah seorang pasien kenapa tidak sholat, tp dengan enteng dia mengatakan akan sholat kalau sudah sembuh. Jadi kalau tidak sembuh bagaimana? Apa tidak akan sholat? Entahlah.. Sy hanya bisa menjelaskan apa yang bisa saya jelaskan. Baca lebih lanjut

Pulang Paksa

Tubuh ringkih itu tergolek lemah di atas ranjang pasien. Perutnya membuncit. Tulang pipinya menonjol pertanda kurang jaringan lemak. Raut wajahnya tidak sesuai dengan umurnya yang masih mudah namun terlihat sudah tua. Bisa karena proses penyakitnya. Namun bisa juga akibat tidak punya uang untuk membeli makanan. Keluarganya mengemasi barang bawaaan. Bersiap untuk pulang sebelum mendapatkan pengobatan apapun. Aku hanya bisa menyodorkan surat penolakan tindakan medis untuk ditanda tangani oleh keluarganya. Baca lebih lanjut

Wajib Resep Obat Generik

“Dok, saya mau obat yang paling baik untuk anak saya. Kalau bisa besok sudah sembuh. Besok dia mesti masuk sekolah” Ibu itu nampak harap-harap cemas di samping anaknya yang baru mengalami kecelakaan.

“Waduh, gak ada obat yang semujarab itu, Bu!” Saya hanya bisa menjelaskan proses sembuhnya luka. Kulit testis anaknya terbuka lebar karena jatuh dari motor. Pada beberapa bagian tubuh lain juga luka-luka. Baca lebih lanjut

Ayah, Aku Gagal jadi Tentara

swaramuslim.com
gambar dari :swaramuslim.com

“Kamu harus jadi tentara,Nak” Ayahku berucap padaku sambil mengelus lembut kepalaku.

“Bila kau jadi tentara nanti, mungkin ayah tidak akan diperlakukan lagi seperti ini. Kita akan dihormati dan disegani”

“Iya, Ayah. Saya berjanji.”

“Setelah tamat SMP nanti, kamu masuk SMA Taruna ya..”

“Saya akan berusaha, Ayah” Baca lebih lanjut

Ketika Ganja Jadi Rumput Liar

ilustrasi ganja jadi rumput liar (jabir.doc)“Tolonglah ditanda tangani, Dok. Saya tidak bisa PNS 100% kalau Dokter tidak mau tanda tangan. Beberapa teman saya yang sering pakai ganja, tapi kenapa mereka tidak positif pake ganja?”

“Mungkin mereka tidan pernah pake dalam beberapa hari ini, jadi tidak terdeteksi ganja dalam air kencing mereka” Saya hanya bisa menjelaskan demikian. Biasanya paling lama 5-6 hari berada dalam air seni. Dua tahun berturut-turut saya diamanahkan menjadi anggota Tim Pemeriksa Kesehatan kabupaten untuk CPNS yang akan diangkat jadi PNS 100%. Setiap CPNS diharuskan bebas narkoba dengan surat keterangan bebas narkoba. Baca lebih lanjut

Pembuktian Perzinahan

ilustrasiSekerumunan warga berkumpul di depan puskesmas tempat tugas saya di salah satu kabupaten di Aceh. Dua orang perwakilannya kemudian menemui saya dan mengutarakan maksud mereka. Mereka ingin membuktikan adanya perselingkuhan dengan memeriksa adanya tanda persetubuhan dan sisa sperma pada kemaluan kewanita yang mereka tangkap dengan tuduhan perselingkuhan yang baru terjadi denga seorang pria yang sudah tidak sempat ditangkap di tempat kejadian. Wah..Ada-ada saja keinginan warga ini. Beberapa waktu yang lalu beberapa orang pasangan mesum yang tertangkap tangan oleh warga telah di cambuk di depan masjid raya kabupaten ini. Sayapun sempat menjadi tim medis proses eksekusi. Baca lebih lanjut

Tips Menghindari & Menghadapi Tuntutan Pasien

malpraktekProfesi sebagai seorang dokter menurut kebanyakan orang adalah profesi mulia. Seseorang dengan predikat dokter seolah dituntut untuk ma’shum (tidak pernah salah) dalam menjalankan profesinya. Tidak banyak orang yang akan memperhitungkan kebaikan yang telah di lakukan dokter, tapi sekali melakukan satu kesalahan saja¬† maka dokter terancam masuk penjara dan mungkin akan kehilangan profesi sebagai dokter akibat tuntutan malpraktek atau delik hukum lainnya.

Sebenarnya tidak ada istilah malpraktek dalam ranah hukum Indonesia yang mengadopsi hukum Continental dari Belanda. Istilah malpraktek hanya ada pada hukum Anglosaxon seperti di Amerika Serikat. Dalam hukum pidana (KUHP), yang ada hanya kelalaian. Diharapkan dengan disahkannya Undang-Undang Kesehatan yang baru (2009), delik hukum dalam dunia kedokteran/kesehatan  kebanyakan tidak lagi terkait dengan masalah pidana. Baca lebih lanjut

Hidup untuk orang lain

Puluhan kunang2 beterbangan di depan mataku saat sy berusaha bangkit dari duduk. Badan terasa oleng, untung tak jatuh. Aku sdh kurang tidur lagi belakangan ini. Sibuk dengan pekerjaan yg pada dasarnya ‘hanya untuk orang lain’. Sehingga jumlah hemoglobin yg mengantarkan nutrisi dan oksigen ke kepalaku menurun. Akibatnya mata berkunang-kunang. Walau hakikatnya pekerjaan ini adalah untuk diri saya sendiri. Hidup adalah pekerjaan. Semua jenis pekerjaan seharusnya bernilai ibadah. Namun, kadang sy sadari pekerjaan yg sy lakukan kosong dari nilai ibadah karena hampa akan keikhlasan. Baca lebih lanjut

Di Bawah Temaram Lampu Minyak

Sejak SMA dulu, kalau ada orang yg bilang sy kampungan dengan tindakan konyol sering yg sy lakukan, sy cuma tersenyum sj. Memang sy orang kampung kok… Tidak tahu menahu ttg kebiasaan orang kota. Jarang atau bisa dikatakan tidak pernah melihat kebiasaan orang kota. Sejak SD sampe SMP sy tinggal di desa yg aliran listriknyapun tidak ada dan jarang ke kota. Malam-malam di desa hanya dihiasi oleh temaram lampu minyak tanah. Hampir tidak pernah nonton TV. Bagaimana mau nonton TV, listrik saja gak ada. Dulu kalo mau nonton TV, sy ke ibukota kecamatan hr minggu dengan jalan kaki 2.5 jam. Tiba disana nonton TV orang dgn ngintip lewat jendela. Kadang sy manjat jendela orang untuk bisa nonton TV hitam putih :-). Itupun cuma Si Unyil. Untuk gak ditimpuk sama yang punya rumah. Baca lebih lanjut