Tips Menghindari & Menghadapi Tuntutan Pasien

malpraktekProfesi sebagai seorang dokter menurut kebanyakan orang adalah profesi mulia. Seseorang dengan predikat dokter seolah dituntut untuk ma’shum (tidak pernah salah) dalam menjalankan profesinya. Tidak banyak orang yang akan memperhitungkan kebaikan yang telah di lakukan dokter, tapi sekali melakukan satu kesalahan saja  maka dokter terancam masuk penjara dan mungkin akan kehilangan profesi sebagai dokter akibat tuntutan malpraktek atau delik hukum lainnya.

Sebenarnya tidak ada istilah malpraktek dalam ranah hukum Indonesia yang mengadopsi hukum Continental dari Belanda. Istilah malpraktek hanya ada pada hukum Anglosaxon seperti di Amerika Serikat. Dalam hukum pidana (KUHP), yang ada hanya kelalaian. Diharapkan dengan disahkannya Undang-Undang Kesehatan yang baru (2009), delik hukum dalam dunia kedokteran/kesehatan  kebanyakan tidak lagi terkait dengan masalah pidana. Baca lebih lanjut

Kriteria Dokter yang Baik

Ada satu fenomena yang sering kita temukan di masyarakat tentang kriteria dokter yang baik atau dokter teladan. Kebetulan tahun 2008 lalu saya dapat penghargaan dari bupati setempat sebagai dokter teladan tingkat puskesmas. Namun kriteria dokter teladan mungkin berbeda dengan kriteria dokter yang baik. Karena pada dasarnya saya bukanlah dokter yang baik2 amat 🙂. Walaupun menurut istri saya, saya terlalu baik sama pasien. Hehe.. Kadang kita melihat dua dokter yang praktek di satu tempat dengan jumlah kunjungan pasien yang sangat berbeda. Kadang saya bertanya pada pasien, kenapa tidak ke dokter A saja. Disana kan lebih dekat dari rumah pasien? Ada yang mengatakan “Dokter disini lebih baik” atau “Saya lebih serasi dengan dokter disini” atau “Obat disini lebih manjur” atau “Dokternya baek banget” atau “Dokter disana mahal” Baca lebih lanjut