To The Next Level

Handphone Nokia lawas yang dulu pernah kubanggakan dan menemani saya kemanapun kini tergolek bisu di sudut kamar. Sudah tak pernah digunakan lagi. Maklum hanya bisa nelpon dan sms plus bisa dipake melempar kucing. Sebagai merk hape yang pernah menyabet gelar ‘hape sejuta umat’, hape nokia ini terbukti tahan banting. Sudah beberapa kali ganti casing karena hancur, namun tetap berfungsi baik. Pernah mengalami crash injury dan trauma kapitis saat ikut saya balapan sepeda motor dan  kecelakaan. Kepalanya sebagian hilang, namun masih bisa hidup dan dipake nelpon :-). Baca lebih lanjut

Cinta itu tak Terlarang

Cinta itu suci. Demikian pula cinta kepada lawan jenis. Ia muncul dari fitrah manusia sebagai makhluk sempurna. Cinta merupakan perwujudan naluri melestarikan jenis. Seandainya tak ada lagi hasrat manusia untuk saling mencintai dan bercinta, maka kepunahan manusia akan terjadi. Baca lebih lanjut

Hijrah dan Kemenangan

Tidak ada hal yang kebetulan di dunia ini. Semua telah diatur. Bahkan tak sehelai daunpun yang gugur kecuali telah tercatat.  Hari ini tanggal 7 Desember 2010 usia saya kembali bertambah dan itu berarti jatah hidup saya berkurang 1 tahun. Hari ini juga tanggal 1 Muharram 1432 Hijriah. Mudah-mudahan ini bukanlah hal yang kebetulan, tapi ada skenario indah dari Sang Khalik dibalik hal yang “kebetulan” ini. Baca lebih lanjut

Textbook Vs Facebook

Ah.. hari ini ternyata Hari Buku Nasional. Namun belum ada satu bukupun yang saya baca. Belum ada textbook kuliah yang saya baca, tapi aku sudah membaca halaman facebook dan twitter beberapa kali. Membolak-balik halaman facebook lebih menarik dan mengasyikkan daripada memplototi halaman textbook. Belum ada satu ayat dalam lembaran buku/kitab suci Al Qur’an yang saya baca hari ini, namun saya sudah hampir mengkhatamkan satu koran hari ini. Sayapun lebih asyik bertafakur di depan televisi daripada menekuri lembaran-lembaran buku kuliah yang lebih cocok dijadikan bantal. Baca lebih lanjut

Logat Aneh

Saat di "Texas City"

“Dokter dari mana? Bukan dari Jawa kan? “Teman sejawat di tempat saya kuliah bertanya di suatu hari.
“Kok bisa tahu? ”
“Logatnya aneh”

Saya tidak memperjelas apa yang dia maksud dengan aneh. Apa mungkin logat saya mirip logat penduduk planet Namec? Keanehan logat saya bisa karena percampuran berbagai macam logat yang pernah terucap di lisanku. Saya memang hidup nomaden dan diberikan kesempatan untuk tinggal pada beberapa tempat dengan bahasa dan logat atau yang berbeda. Sejatinya saya paling mudah terpengaruh dengan logat daerah baru. Walau logat asli saya tidak pernah hilang total. Biasanya dalam beberapa hari atau minggu logat saya bisa berubah mengikuti tempat baru, namun tatkala tinggal di pulau Jawa, sampai saat ini saya belum sanggup merubah logat. Baca lebih lanjut

Ayah, Aku Gagal jadi Tentara

swaramuslim.com
gambar dari :swaramuslim.com

“Kamu harus jadi tentara,Nak” Ayahku berucap padaku sambil mengelus lembut kepalaku.

“Bila kau jadi tentara nanti, mungkin ayah tidak akan diperlakukan lagi seperti ini. Kita akan dihormati dan disegani”

“Iya, Ayah. Saya berjanji.”

“Setelah tamat SMP nanti, kamu masuk SMA Taruna ya..”

“Saya akan berusaha, Ayah” Baca lebih lanjut

Antara Iman dan Cinta

http://media.photobucket.com/Cinta adalah suatu kata yang teramat indah didengar, manis untuk diucapkan, dan begitu nikmat saat dirasakan.  Jika seandainya lautan menjadi dawat dan digunakan untuk menuliskan aksara tentang cinta, maka mungkin tidak akan cukup. Jikalau seluruh pepohonan dijadikan kertas dan dipakai sebagai lembaran untuk menggoreskan cerita cinta, itu tak akan memadai. Andai seluruh waktu dipakai untuk mendongengkan cerita cinta, maka  tak akan usai walau jarum jam tak sanggup lagi  berputar. Bahkan belum sempurna iman yang kita miliki bila antar sesama belum saling mencintai. Baca lebih lanjut

Gelang Cinta

Tuliskan apa yang kamu rasakan

Rasakan apa yang kamu pikirkan

Pikirkan apa yang kamu tuliskan

Dulu kadang aku curiga pada diri sendiri  bahwa aku manusia berhati badak. Namun tatkala aku menemukan dirinya, semua berubah. Hembusan cinta yang tak pernah padam merubah bentuk hatiku yang kasar dan datar menjadi  bentuk daun waru nan indah memerah. Aku tak perlu lagi meminjam hati Nabi Adam untuk bisa merindu Siti Hawa. Tak butuh pikiran Majnun yang gila mencintai Laila. Roman Romeo dan Juliet tak perlu kukhatamkan agar bisa ‘sedikit’ mengerti makna cinta. Baca lebih lanjut

Malpraktek Lagi

malpraktekSiang yang panas menyengat. Poli rawat jalan puskesmas tempat saya bertugas baru usai. Poli rawat jalan ini buka sejak pukul 08.15 sampai pukul 12.15. Pasien sekitar 50 orang hari ini bisa diselesaikan dalam waktu 4 jam. Padahal standar pelayanan sebenarnya minimal satu pasien ditangani dalam 15 menit. Waktu 4 jam seharusnya hanya untuk 16 pasien namun saya menggunakannya untuk 50 orang pasien :-). Berarti satu pasien bisa dilayani hanya dengan 5,2 menit.  Seharusnya perlu waktu 750 menit (12,4 jam). Tangan masih pegal setelah menulis status dan resep 50 pasien. Diagnosa kilat, resep komplit ala puskesmas, bila perlu periksa laboratorim sedehana atau menulis resep untuk diambil di apotek terdekat. Istrahat dulu sebebentar di UGD. Ada beberapa pasien di dalam yang hanya ganti perban luka saja. Perawat UGD yang melayani mereka. Baca lebih lanjut

Kosong

SenjadiBaiturrahmanBerisi kosong
Nalar ompong
Hati berbohong
Kering kantong

Menembus lorong
Tanpa ada pendorong
Hanya ingin melolong
Walau jiwa melompong

Dasar mental kepompong
Tak pernah mau ditodong
Lebih sibuk nongkrong
Membiarkan waktu merongrong

Kapan hidup akan plong
Bila diri bak kedondong
Tampak mulus laksana bokong
Namun hati menjerit di kolong

“kosong”