Tidak Ada Maaf bagi Penghina Rasul

Vonis mati penghina Rasul
Vonis mati penghina Rasul

Ketika  ada orang yang mengutak-atik syahadat umat Islam  dengan sadar dan sengaja dengan kalimat seperti ini assaduanla ila bonita, wa asaduanna moammar kadafi, apa yang menjadi kesan yang terbersit dalam benak kita? Saya melihatnya ini sebagai sebuah penghinaan atau pelecehan. Seorang blogger di kompasiana (kompasianer) melontarkan pelecehan tersebut. Walau sang empunya postingan sudah minta maaf dan admin kompasiana sudah menertibkan artikel ini, namun saya kira masalahnya tidak sesederhana itu. Minta maaf tidaklah cukup. Baca lebih lanjut

Iklan

Bila Agama Sebatas Candu

Aku bersimpuh, tertunduk, ada damai yg menyelimuti jiwa. Detakan jantungku seirama zikir yang telantun dalam lisan. Seakan ada badai endorfin yg menggelegak dalam darahku. Aku meringkuk di sudut musholla yang sudah jarang aku sambangi. Damai. Aku seakan tidak ingin bangkit, ketika pengurus musholla memberitahu bahwa kendaraan saya menghalangi kendaraan lain untuk keluar dari tempat parkir. Baca lebih lanjut

Jangan Begadang !

http://kudalumpingmakanpager.files.wordpress.com/2009/02/rhoma-irama.jpgBegadang jangan begadang
Kalau tiada artinya
Begadang boleh saja
Kalau ada perlunya…

Lagu Bang Roma itu sering saya langgar. Baris terakhir saya ganti dengan Begadang boleh saja, kalau ada kopinya 🙂 Padahal saya sendiri tahu bahwa begadang sebaiknya dhindari karena tidak baik untuk kesehatan dan memperberat mata untuk terbuka saat mau sholat malam atau sholat shubuh. Akhir-akhir ini saya sulit menutup mata sebelum  dini hari. Mungin pengaruh sering jaga di rumah sakit dan pengaruh ngeblog di kompasiana. Rhoma Irama dari jauh-jauh hari sudah mengingatkan kita untuk tidak begadang. Sebagaimana kata Bung Roma dalam lanjutan lagunya : Baca lebih lanjut

Mahalnya Sebuah Kentut

Baru-baru ini ada 2 orang rekan saya yang dioperasi di rumah sakit. Keduanya adalah dokter. Penyakit memang tidak mengenal siapa yang akan dihinggapinya dan dokter juga adalah manusia yang bisa sakit sebagaimana manusia lainnya. Teman saya yang pertama dirawat sebuah RS dengan tarif termurah 500 ribu rupiah permalam dan satunya lagi di sebuah RS Internasional dengan tarif  ‘rakyat’ yakni 60 ribu rupiah permalam. Baca lebih lanjut

Pluralisme Agama = Agama Baru

Kata pluralisme kembali menggema ketika Alm. Gus Dur meninggal dunia. Sebagai orang awam yang kurang paham agama dan cenderung mengikuti pada pendapat ulama dalam perkara hukum, maka sejak Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengelurakan fatwa haramnya pluralisme, liberalisme, dan sekularisme pada tahun 2005, maka saya berpegang pada fatwa yang dimaksud. Namun ternyata ada yang aneh, tatkala Gus Dur meninggalkan kita semua, SBY memberikan gelar “Bapak Pluralisme” pada beliau (Antara.co.id, 31/12/2009) dan ada kalangan liberal yang meminta MUI untuk mencabut fatwa yang mengharamkan pluralisme (Kompas.com, 4/1/2010). Baca lebih lanjut

Antara Iman dan Cinta

http://media.photobucket.com/Cinta adalah suatu kata yang teramat indah didengar, manis untuk diucapkan, dan begitu nikmat saat dirasakan.  Jika seandainya lautan menjadi dawat dan digunakan untuk menuliskan aksara tentang cinta, maka mungkin tidak akan cukup. Jikalau seluruh pepohonan dijadikan kertas dan dipakai sebagai lembaran untuk menggoreskan cerita cinta, itu tak akan memadai. Andai seluruh waktu dipakai untuk mendongengkan cerita cinta, maka  tak akan usai walau jarum jam tak sanggup lagi  berputar. Bahkan belum sempurna iman yang kita miliki bila antar sesama belum saling mencintai. Baca lebih lanjut

Jadilah Pengembara

Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam memegang pundak kedua pundak saya seraya bersabda : Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “, Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu “(Riwayat Bukhori) Baca lebih lanjut