Selamat Idul Adha 1432 H

Aplikasi Kedokteran di Android

Aplikasi Kedokteran

Android sebagai OS yang paling muda diantara operating system yang lain mengalami kemajuan yang cukup pesat. Terutama dalam OS  smartphone dan tablet PC. Bahkan menjadi ancaman sangat serius bagi OS lama seperti Apple dan Backberry. Demikian pula dalam perkembangan aplikasi, baik yang tedapat dalam Android Market maupun dalam pasar gelap android. Tidak ketinggalan dalam aplikasi untuk dunia kedokteran. Bisa saja saja dalam waktu yang tidak lama mengalahkan jumlah aplikasi yang ada dalam Apple.

Sebagai ‘anak kuliahan’ dan hanya bisa membeli perangkat Android, sudah cukup banyak aplikasi yang bisa membantu :

1. Aplikasi pdf reader

Banyak aplikasi yang digunakan untuk membaca file pdf, namun yang paling populer adalah RepliGo Reader dan ezPDF reader. RepliGo Reader memungkinkan kita untuk memberikan ‘stabilo’, garis bawah, memberian catatan, atau memberi garis merah pada lembaran pdf. Bagi Anda yang suka membaca teksbook ambil memberikan stabilo atau garis bawah, aplikasi ini sangat cocok. ezPDF reader memungkinkan kita untuk mendengarkan teks pada lembaran pdf. Jadi bila tak ada waktu untuk membaca, gunakan fasilitas voice reading yang sudah terintegrasi dengan aplikasi ini. Saat beralih ke halaman lain, animasinya seolah-olah kita sedang membuka lembaran buku. Baca lebih lanjut

Tethering Galaxy Mini Error

Tethering Wifi Error

Teknologi diciptakan untuk mempermudah urusan manusia. Salah satunya adalah portable hotspot dan tethering wifi. Tethering wifi merupakan salah satu aplikasi yang sudah terintegrasi dengan sistem operasi Android 2.2 (Froyo) atau versi diatasnya. Sejak beberapa bulan ini saya menggunakan fasilitas tethering wifi yang ada pada Samsung Galaxy Mini untuk sharing dan transfer  file antar gadget  pribadi dan koneksi internet di rumah. Fasilitas ini cukup membantu mempermudah pekerjaan dan menghemat biaya. Kebetulan ada 5 perangkat di rumah yang memakai wifi, semua bisa terhubung dan bisa koneksi internet dengan bantuan si Galaxy Mini ini. Baca lebih lanjut

Mendadak Muhammadiyah

parepare

Perbedaan hari raya Idul Fitri kembali terjadi terjadi (lagi) di negerinya para wali ini. Sebagian umat muslim di Indonesia telah merayakan idul fitri hari ini.  Secara “resmi” dirayakan esok hari.  Ada yang melaksanakannya hari ini karena mengikuti Muhammadiyah ataupun mengikuti ru’yat global yang menganut pendapat bahwa bila disatu tempat dimanapun di dunia ini telah terlihat hilal 1 Syawal, maka berarti hari ini sudah Idul Fitri. Warga Muhammadiyah menentukan awal dan akhir Ramadhan dengan metode hisab (perhitungan). Hampir semua negara tetangga kita telah melaksanakan shalat Id hari ini, namun pemerintah kita menetapkan 1 Syawal jatuh pada esok hari, 31 Agustus 2011. Baca lebih lanjut

To The Next Level

Handphone Nokia lawas yang dulu pernah kubanggakan dan menemani saya kemanapun kini tergolek bisu di sudut kamar. Sudah tak pernah digunakan lagi. Maklum hanya bisa nelpon dan sms plus bisa dipake melempar kucing. Sebagai merk hape yang pernah menyabet gelar ‘hape sejuta umat’, hape nokia ini terbukti tahan banting. Sudah beberapa kali ganti casing karena hancur, namun tetap berfungsi baik. Pernah mengalami crash injury dan trauma kapitis saat ikut saya balapan sepeda motor dan  kecelakaan. Kepalanya sebagian hilang, namun masih bisa hidup dan dipake nelpon :-). Baca lebih lanjut

Lelaki adalah Makhluk Visual

Astaghfirullah… Hanya kalimat itu yang bisa terucap dari lisan. Ada pemandangan ‘indah’ yang menghentakkan mataku. Ada hal yang seharusnya ditutupi dan tidak seharusnya terlihat oleh khalayak ramai,tersingkap tanpa rasa bersalah. Wanita keluar rumah dengan membuka aurat dimana-mana adalah hal lumrah baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Aku hanya bisa menggeleng kepala, berusaha untuk memaklumi, kadang menikmati, dan bertobat pada-Nya :-). Sedapat mungkin saya akan  ikut dalam barisan para pejuang agar wanita (muslimah) harus menutup aurat baik dengan ikhlas maupun terpaksa dan dipaksa. Baca lebih lanjut

Vonis Dokter

“Saya divonis kanker oleh dokter disana. Katanya kemungkinan sembuhnya hampir tidak ada.” Lelaki separuh baya itu meraba perutnya yang membesar sambil berbicara pada saya.

” Makanya saya dirujuk kesini, karena di rumah sakit disana belum ada obatnya.”

Frasa ‘vonis dokter’ itu kembali saya dengar dari lisan pasien. Padahal setahu saya vonis itu hanya dikenal dalam dunia pengadilan. Ada kesan bahwa apa yang dikatakan oleh dokter tentang penyakit pasien adalah sesuatu yang tidak bisa berubah sebagaimana keputusan seorang hakim pada terdakwa suatu kasus. Baca lebih lanjut