Optimasi Android

Perangkat yang berplatform Android seharusnya menjadi perangkat pintar yang bisa memudahkan dalam melakukan banyak hal.  Sebagaimana tujuan utama penciptaan  teknologi untuk mempermudah urusan manusia. Review terakhir di Majalah Komputek yang membandingkan OS smartphone antara Android, iOS, dan Windows menunjukkan bahwa Android terbukti paling mumpuni. Hasil review ini makin memantapkan hati saya untuk makin setia pada Android 🙂

Namun sebuah perangkat mumpuni atau tidak tergantung juga pada penggunanya. Saya kira mubazir bila kita punya hape atau tablet canggih tapi hanya untuk nelpon, sms, fesbukan, twitteran, dan main game atau untuk prestise (gaya-gayaan). Ada kesan bahwa memiliki gadget  branded menentukan status sosial (hehe.. yg bisa beli perangkat mahal biasanya mereka yang kelebihan duit).
Jadi kegunaan dan mumpuninya suatu gadget tetap berlaku hukum the man behind the gun.

Orang yang pas-pasan (pas pingin, pas ada duit :-)-walau nodong) seperti saya dan hanya bisa membeli gadget murah harus bisa mengoptimalkan apa yang bisa dibeli. Tak ada gunanya menangisi rumput tetangga yang lebih hijau, yang penting beri pupuk dan rawat dengan baik taman yang kita punya :-). Tak ada gunanya menghabiskan uang lebih-apalagi kredit untuk membeli gadget baru yang lebih baik, sedang kita masih punya/hanya bisa membeli gadget dengan harga yang ramah di kantong. Walau murahan (murah boleh, tapi jangan murahan), saya sering mengutak-atik 3 gadget android yg ada di rumah. Menurut saya ada beberapa trik untuk mengoptimalisasi Android :

1. Rooting

Rooting ibaratnya menjadikan Android be 100% atau 100% plus. Tujuan rooting mirip dengan tujuan overclocking pada PC. Sangat terasa perbedaan performa antara sebelum dirooting dan setelah diroot. Cara ini memang sedikit rumit dan agak berbahaya. Rumit karena tidak semua merk bisa di-rooting dengan aplikasi instant. Sangat mudah untuk me-root Xperia X10i, tapi saya kesulitan untuk melakukan rooting pada Archos 70 Internet Tabblet.

2. Upgrade ke firmware atau OS versi terbaru

Upgrade firmware biasanya bisa langsung dari perangkat mobile dan bisa dilakukan saat terkoneksi ke internet. Firmware anyar biasanya untuk menutupi kekurangan dari firmware sebelumya. Updating OS bisa dilakuakan di service center atau bisa dilakukan sendiri. Android Froyo (2.2) saya pikir sudah cukup baik. Kalau masih Android Eclair (2.1), masih banyak keterbatasan.

3. Gunakan aplikasi android optimizer, kala bisa yang versi pro (berbayar)

Banyak aplikasi yang bisa mempercepat kinerja Android. Aplikasi yang wajib punya misalnya Advance Task Killer Pro, App 2 SD Pro (need root), Android Optimizer, Clean cache (need root), Memory Up Pro, SetCPU(need root), Fast Reboot Pro, ect.

4. Manajemen aplikasi yg baik

Usahakan menginstal aplikasi yang hanya kita butuhkan saja atau game yang kita ingin mainkan. Kalau gamenya sudah tamat atau sudah bosan, lebih baik di-uninstal saja dri pada bikin penuh memori. Trus jangan lupa menseting matikan aplikasi berkala (misal tiap 1 jam).

5. Upgrade gadgetnya, jual yg lama ganti yg baru 🙂

Saya kira ini cara yang paling efektif untuk mendapatkan performa terbaru Android:-). Jeroan dan dapur pacu mutakhir. Kalau misalnya hape atau tabletnya sudah lebih banyak menjengkelkan daripada menghibur dan punya dana yang cukup, lebih baik ganti saja  🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: