To The Next Level

Handphone Nokia lawas yang dulu pernah kubanggakan dan menemani saya kemanapun kini tergolek bisu di sudut kamar. Sudah tak pernah digunakan lagi. Maklum hanya bisa nelpon dan sms plus bisa dipake melempar kucing. Sebagai merk hape yang pernah menyabet gelar ‘hape sejuta umat’, hape nokia ini terbukti tahan banting. Sudah beberapa kali ganti casing karena hancur, namun tetap berfungsi baik. Pernah mengalami crash injury dan trauma kapitis saat ikut saya balapan sepeda motor dan  kecelakaan. Kepalanya sebagian hilang, namun masih bisa hidup dan dipake nelpon :-).

Tidak ada yang  ‘abadi’ di dunia ini kecuali perubahan. Hari ini tidaklah sama dengan kemarin. Kalau di tahun 1998 ketika saya masih semester 1 kuliah S1, hape memang cukup untuk nelpon dan sms saja. Saat ini hape harus multifungsi, multitasking, multidimensi, multi kartu, multi memori (bahkan ada yang pake tiga kartu, tiga SD Card), multi TV (satu hape 2 TV-nya), dan multi-multi lainnya. Istilahnya dengan satu hape di tangan, kita bisa melakukan segalanya. Mulai dari nelpon sampe video call. Hape bisa untuk berbuat baik atau berbuat jahat. Menjalin silaturrahmi dengan siapa saja, atau untuk selingkuh :-). Hape nokia saya itu sudah ketinggalan zaman, karena gak bisa di-upgrade jadi smartphone, terpaksa dipensiunkan saja. Mau dijual juga palingan laku 50 ribu perak. Walau ditinggal disembarang tempat gak hilang. Maling dan pencopet pun gak nafsu lagi untuk mengambilnya. Mending disimpan sebagai kenang-kenangan. Siapa tahu 100 tahun yang akan datang jadi barang langka.

Setiap orang menghendaki perubahan ke arah yang lebih baik. Orang yang tidak mau berubah, akan dilindas dan ditinggalkan oleh perubahan, bahkan mungkin dicampakkan dan tidak dianggap sebagaimana nasib hape lawas saya. Berkaca pada dunia per-hape-an,  hanphone yang paling canggih, inovatif, multiguna, merk ternama dan user-friendly yang akan dicari dan dimanfaatkan oleh banyak orang. Lihat bagaimana pesatnya perkembangan smartphone berbasis Android yang sudah hampir mengalahkan raksasa smartphone seperti Apple. Sampe-sampe saya punya 2 perangkat Android. Kita perhatikan juga bagaimana nasib hape merk Siemens yang sudah lama hilang dari peredaran.

Jika kita ingin tetap bermanfaat bagi manusia lain dan dicari karena diperlukan oleh banyak orang serta tidak menjadi ‘barang’ yang dicampakkan, salah satu caranya adalah selalu meningkatkan kemampuan diri agar setara dengan manusia lain yang selalu menginginkan perubahan. Sebagai manusia yang lebih kompleks ‘kehidupannya’ daripada hape, tentu dimensi perubahannya juga berbeda. Konsekwensinya, makin banyak kemampuan yang kita miliki akan makin besar tanggung jawab yang harus diemban. Saya sudah merasakan betapa ‘terhinanya’ bila tidak tahu apa-apa dan tidak memiliki kemampuan apa-apa. Pernah juga mencicipi betapa bahagianya bisa melakukan banyak hal untuk orang lain karena memiliki kemampuan yang jarang dimiliki orang kebanyakan.

Semoga inspirasi ini bisa menjadi motivasi saya ke level selanjutnya. Jalan masih panjang. Butuh motivasi super untuk tetap bisa melangkan pasti. To the next level, it’s need more power, more skill…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: