Vonis Dokter

“Saya divonis kanker oleh dokter disana. Katanya kemungkinan sembuhnya hampir tidak ada.” Lelaki separuh baya itu meraba perutnya yang membesar sambil berbicara pada saya.

” Makanya saya dirujuk kesini, karena di rumah sakit disana belum ada obatnya.”

Frasa ‘vonis dokter’ itu kembali saya dengar dari lisan pasien. Padahal setahu saya vonis itu hanya dikenal dalam dunia pengadilan. Ada kesan bahwa apa yang dikatakan oleh dokter tentang penyakit pasien adalah sesuatu yang tidak bisa berubah sebagaimana keputusan seorang hakim pada terdakwa suatu kasus.

Vonis sejatinya adalah keputusan hakim dalam pengadilan yang berkaitan dengan suatu perkara baik perdata atau pidana. Vonis dokter dinisbatkan pada putusan dokter tentang penyakit yang dialami pasien. Putusan itu bisa berupa hasil diagnosa, kemungkinan sembuh atau tidak, prognosis, atau derajat beratnya suatu penyakit.

Saya belum pernah mendengar seorang dokter mengatakan pada pasiennya ” Saya vonis Anda dengan penyakit kanker !” atau “Saya vonis penyakit Sampeyan tidak bisa diobati lagi !!”. Saya kira tidak ada dokter yang akan mengatakan sepeti itu. Dokter memang tdak mengatakan secara langsung kata ‘vonis’ itu, tapi mungkin apa yang dikatakan dokter tentang penyakit pasien tak ada bedanya dengan putusan pengadilan yang akan menimpa seorang terdakwa. Putusan itu jelas akan mempengaruhi kondisi psikis dan fisik pasien.

Makanya perlu suatu momen yang tepat kapan dan kepada siapa seorang dokter menyampaikan kondisi yang sebenarnya tentang kondisi penyakit pasien. Dokter tidak ingin membohongi pasien dan memberikan harapan palsu tentang kesembuhan penyakit pasien, namun dokter juga tidak menginginkan kondisi psikis pasien menjadi ‘drop’ setelah mengetahui kondisi penyakitnya sendiri. Sehingga diharapkan apa yang menjadi putusan dokter tidak menjadi menjadi momok yang menakutkan sebagaimana “vonis mati’ hakim pengadilan.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. benar sekali akhi. kita memerlukan timing dan kata2 yang tepat untuk menyampaikan informasi kepada pasien tentang penyakitnya

    btw, peu haba aduen?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: