Beudoh hai aneuk, Tajak u Aceh

Pantai batu Putih Meulaboh

Pantai Batu Putih Meulaboh, Aceh Barat

Senandung Rafly ‘Ya Rabbana’ mengalun syahdu dari kamarku. Rafly adalah penyanyi Aceh yang terkenal dengan lagu-lagu religinya. Sya’ir lagu itu membuka kembali ingatanku tentang Aceh. Ternyata hari ini adalah tahun keenam  bencana Tsunami Aceh. Bencana yang pernah meluluhlantahkan pesisir Aceh dan membawa duka mendalam.  Aceh memang bukan tanah kelahiran saya, tapi Aceh adalah bagian dari perjalanan hidupku. Sepenggal usiaku kuhabiskan disana. Berjuta kenangan telah terukir dalam benak dan lubuk hatiku.

Tidak ada manusia yang mengetahui akan seperti apa perjalanan hidupnya. Tak pernah pernah terbersit dalam benakku untuk bertandang ke Aceh, memiliki KTP Merah Putih khas Aceh, dan menikmati sedapnya seduhan kopi Aceh. Berkah Tsunami telah menuntun langkahku ke negerinya Sultan Iskandar Muda itu. Negeri yang awalnya hanya kubaca dalam buku sejarah yang dipenuhi kisah heroik para pahlawan jihad itu, akhirnya menjadi negeriku juga (hehe… saya jadi pegawai negeri disana). Waktu itu aku berangkat tanpa izin Ayahku. Hanya Ibundaku tercinta dan adik perempuanku yang tahu kemana kakiku melangkah dan dimana hatiku terpaut.

Aceh adalah negeri yang istimewa. Bukan hanya karena diberikan status istimewa oleh pemerintah pusat. Namun banyak hal yang benar-benar istimewa ditemukan disana. Negeri dengan ribuan warung kopi, hiruk pikuk aroma memisahkan diri dari RI, hukum cambuk di halaman masjid, jilbab dan nuansa negeri pesantren yang kental akan jarang kita temukan dibelahan bumi lainnya. Peringatan Maulid Nabi seolah lebih ramai daripada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Walau kini aku tak lagi di Aceh, namun Aceh tetap di hati. Belahan hati dan jiwaku juga masih disana. Menungguku kembali bersamanya. Membakar jagung di belakang rumah, menunggu matahari terbenam dan bermain pasir di pantai Batu Putih Meulaboh, dan memandangi sawah di Jeuram nan terbentang luas.

NB : Beudoh hai aneuk, tajak u Aceh (Bangunlah wahai anak, berangkat ke Aceh)

Iklan

4 Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum
    Salam kenal..
    Saya dari Meulaboh, udah lama dengar nama dr. Jabir. antum terkenal di Jeuram 🙂
    sekarang sy tugas di UGD RSUD Nagan Raya
    Ditgu kiprahnya saat kembali nanti
    wassalam

  2. weh hatee loen baca ustad.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: