Jenggot Beracun

Jenggot sejatinya adalah salah satu landmark soeorang lelaki muslim. Rasulullah telah menyuruh para lelaki muslim untuk memelihara jenggot. Para ulama ada yang mewajibkan memelihara jenggot, namun saya mengikuti pendapat ulama yang menetapkan hukum mandub/sunnah bila memelihara jenggot.  Al Hafidz Ibnu Hajar melarang mencukur jenggot sampai habis. Rasulullah bersabda :

Berbedalah kalian dengan orang-orang musyrik, pendekkanlah kumis, dan panjangkanlah jenggot.” (HR. Muslim)

Suatu perbuatan tergantung dari niatnya. Demikian pula dengan memelihara jenggot. Seorang yang memelihara jenggot dengan niatan mengikuti sunnah Rasulullah akan mendapatkan pahala. Jikalau Pepi the Explorer, Ahmad Dhani, dan Ki Joko Bodo memelihara jenggot karena mengikuti sunnah Rasul, bukan untuk sekedar mode atau gaya semata, insya Allah pahala memelihara jenggot akan mengalir pada mereka. Jenggot sepertinya bukan lagi menjadi ciri khusus para  Ustadz. Saat ini ada jenggot ustadz dan ada jenggot artis. Mau pilih yang mana ?

Saat masih kuliah dokter muda, teman-teman saya mengenal istilah jenggot beracun. Saat itu sesiapa yang memelihara jenggot  identik dengan seorang mahasiswa yang alim, anak musholla, aktivisi rohis, atau seorang aktivis pergerakanIslam. Jenggot beracun dialamatkan pada mereka yang memiliki jenggot namun dengan jenggot yang dimilikinya ternyata tidak menghalangi dia untuk menggoda para wanita :-). Baik itu sesama dokter muda, bidan, ataupun perawat yang berparas cantik.

Alhmadulillah sejak jenggot saya tumbuh, saya belum pernah mencukurnya sampai habis. Walau ayah saya kurang menyukai, tapi ibu dan semua saudara perempuan dan istri saya menyukainya. Kadang beracun, kadang jadi jenggot suci. Kadang jadi jenggot ustadz, tapi pada kondisi terentu bisa  bermetamorfosis jadi  jenggot artis. Hehe.. Semoga Allah selalu meluruskan niat saya memelihara jenggot hanya karena mengikuti sunnah Rasul-Nya.

Kepada mereka yang dianugerahi jenggot, peliharalah. Lumayan untuk mengais pahala gratis. Mungkin sudah saatnya didirikan perkumpulan para jenggot-er agar bisa saling berbagi tips memelihara jenggot. Namanya bisa Perkumpulan Jenggot Indonesia (PJI) atau Asosiasi Pencinta Jenggot (APJ), atau nama lain. Sehingga suatu saat nanti tidak ada lagi jenggot yang kurang gizi (yang warnya mirip rambut penderita marasmus), jenggot merana (jenggot keriting yang cuma tumbuh beberapa helai), jenggot kesepian (jenggot yang cuma sehelai), atau jenggot yang tidak terawat.

Iklan

3 Tanggapan

  1. saya sering membabat jenggot ustad. kalau jenggot irfan bagaimana ustd? sepertinya masuk katagori merana… 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: