Sholat, Dokter, dan Pasien

Dua waktu sholat telah lewat. Saya sengaja berlama-lama di salah satu bangsal rumah sakit sambil mengerjakan tugas dan ingin melihat berapa pasien yang melakukan sholat ketika waktu sholat tiba sampai berakhir. Namun apa yang terjadi kemudian adalah saya tidak menemukan satu pasienpun yang melakukan sholat. Bangsal lain sepertinya tidak jauh berbeda. Kalaupun ada yang sholat, tidak cukup dari separuh pasien.

Saya pernah bertanya kepada salah seorang pasien kenapa tidak sholat, tp dengan enteng dia mengatakan akan sholat kalau sudah sembuh. Jadi kalau tidak sembuh bagaimana? Apa tidak akan sholat? Entahlah.. Sy hanya bisa menjelaskan apa yang bisa saya jelaskan.

Saya teringat ketika masih jadi dokter muda yg bertugas di salah satu rumah sakit Islam di Makassar. Ada jadwal kunjungan ulama untuk tiap pasien yg mengajarkan sholat saat sakit dan memberikan nasehat yg menenangkan. Mungkin metode ini bisa dicontoh oleh rumah sakit umum lain. Saya sendiri jarang menanyakan kepada pasien apakah mereka sdh sholat atau belum ketika visite pasien.. (walau ada kesempatan untuk itu.)..yang saya pedulikan adalah apakah tugas saya sudah tertunaikan… Padahal ada orang yang memanggil saya Ustadz. Mungkin karena jenggot tipis yang saya pelihara (padahal itu akar gigi..hehe..). Ustadz kok jarang menyeru manusia pada kebaikan dan melarang orang berbuat dosa.

Banyak pasien yang sebenarnya sdh sampai stadium terminal, tapi tidak sholat sama sekali. Dokter sudah bisa memperkirakan tinggal berapa lama usia pasien -berdasarkan teori-namun sepertinya jarang yang mengingatkan pasien untuk sholat dan bertobat-termasuk saya sendirI. Padahal amalan pertama yg akan diperiksa di akhirat nanti adalah sholat..

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Sesungguhnya amal ibadah manusia yang pertama kali dihisab (diperhitungkan) pada hari kiamat adalah shalat (wajib lima waktu)…

Sy hanya bisa menyarankan dan saling mengingatkan kpd semua dokter muslim agar jangan lupa mengingatkan pasien untuk sholat…. Mereka bukan hanya pasien kita, tapi juga adalah saudara sesama muslim yang mesti diingatkan. Tugas amar ma’ruf nahyi munkar adalah kewajiban setiap muslim, bukan kewajiban para Ustadz saja. Hal terpenting lain adalah tetap menjaga waktu sholat sendiri. Jangan sampai merencanakan operasi pasien yg tidak darurat dengan mengorbankan waktu sholat terutama sholat jum’at.

Iklan

2 Tanggapan

  1. ass
    sebuah catatan kecil yang bagus bang,,,,
    sederhana tapi kita sering lupa untuk itu,,,
    sukses buat bang jabir,,,,
    wss

  2. assalamu Alaikum,

    semangat kepada para dokter maupun muslim lainnya agar kita dapt saling mengingatkan dalam beribadah dan berbuat kebaikan agar diri lebih dekat lagi kepada sang khalik…Amin ya Rabb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: