Debat Kusir Tanpa Arah

gambar dari wongiseng.wordpress.comBerdebat dengan menggunakan dasar, pemahaman, dan rumus yang berbeda pada dasarnya akan menuju debat kusir yang tak berujung. Debat atau diskusi tanpa ada penyelesaian dan makin jauh dari esensi yang sebenarnya. Bahkan terkesan mencari-cari kesalahan dan menyudutkan. Saya terkadang heran dengan orang-orang yang hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang hukum-kukum dalam agama orang lain, mencoba mendebat bahkan menyalahkan pelaksanaan hukum agama orang lain dengan pemahamannya yang amat dangkal atas hukum dalam suatu agama tersebut. Sehingga yang makin nampak nampak ketidaktahuan dan niat yang hanya ingin memanas-manasi situasi dan memancing di air keruh. Akhirnya ikannya tidak dapat, tapi cipratan lumpur yang mengenai wajahnya bahkan bisa membutakannya. Saya sendiri sering melakukan hal yang ‘tak terpuji’ seperti ini 🙂

Saya kira itu wajar dalam forum online yang tidak punya moderator  dan semua orang bisa bergabung di dalamnya. Namun alangkah lebih baik jika kita mengomentari sesuatu yang kita mengerti dengan baik, tanpa tendesi dan prasangka buruk sebelumnya. Sehingga apa yang kita tuliskan tidak makin merendahkan nilai diri kita sendiri. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa ada tulisan-tulisan yang memancing emosi bahkan menyinggung perasaan. Adapula postingan yang ingin menyampaikan suatu kebenaran tapi ada pihak-pihak tertentu yang merasa terganggu dan mungkin tidak rela ketika kebenaran atau hal yang sesungguhnya itu diungkapkan. Makanya hal ini menjadi daya tarik tersendiri yang menyebabkan ramainya komentar dalam sebuah postingan.

Yup… itu yang saya lihat ketika saya mencoba me-sharing beberapa informasi tentang hukum Islam. Salah satunya tentang hukum bagi penghina Rasul. Islam memang memiliki hukum seperti itu. Kalau ada dalil/pendapat ulama lain yang lebih kuat bahwa hukuman bagi penghina Rasul bukanlah vonis mati dan tak bisa dimaafkan, maka saya akan mengikuti dalil yang lebih kuat itu. Itu aturan dalam Islam. Terserah umat lain mau menerimanya atau tidak. Kalau ada yang “coddo” berkomentar, saya bersyukur karena minimal mereka mengetahui tentang salah satu hukum dalam Islam.  Apakah hukum itu akan berlaku Indonesia? Untuk saat ini jelas belum bisa, karena hukum di Indonesia memang bukan hukum Islam tapi hukum Belanda. Insya Allah para pejuang Islam tidak pernah lelah memperjuangkan hal itu, karena janji Allah itu pasti.. Islam akan tegak kembali walau banyak orang yang tidak rela…

Saya bukan orang yang paham dengan baik tentang hukum-hukum syara’, tapi saya berusaha mengambil suatu pendapat yang paling kuat untuk saya ikuti. Taklid (mengikuti) pendapat ulama dalam hukum syara’ diperbolehkan, walaupun yang lebih baik kita bisa berijtihad sendiri. Taklid tidak diperbolehkan dalam aqidah.Saya juga bukan orang sholeh, namun dalam kubangan lumpur dosa yang saya selami, saya berusaha mencari dan menebarkan kebenaran dalam agama saya… wajib bagi setiap muslim menyampaikannya.. Alhamdulillah ngeblog bisa menjadi salah satu wadah untuk itu. Mohon maaf bila ada komentar saya yang menyinggung perasaan.. Sering debar kusir dan kadang bebal.. Judul tulisan ini inipun sudah salah… kalau sudah debat kusir, pasti tanpa arah lagi.

Also published at kompasiana.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: