Menolak Kedatangan Obama

Menjelang kedatangan Obama pada tanggal 20-22 Maret 2010 mendatang, ada pro dan kontra akan kehadiran presiden Amerika itu. Aksi penolakan yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin dan mahasiswa. Kedatangan Obama ke Indonesia dalam rangka kunjungan kenegaraan sekaligus ‘kunjungan pulang kampung’ Obama. Rencananya Obama akan bernostalgia pada beberapa tempat ketika dia pernah tinggal di Indonesia.

Mereka yang pro akan kedatangan Obama mengatakan bahwa kunjungan Obama bisa meningkatkan citra Indonesia di mata dunia internasional dan bukankan sebagai negara yang agamis dan mayoritas muslim wajib menghormati tamu ? Kita seharusnya menunjukkan akhlak yang baik kepada dunia luar.

Kelompok yang menolak kedatangan Obama juga memiliki alasan yang wajar dan pantas. Salah satu alasan penolakan itu adalah Obama adalah presiden negara penjajah dan pendukung penjajahan di berbagai negara termasuk dunia Islam. Kedatangan Obama sarat dengan misi, baik yang terselubung maupun terang-terangan. Baik itu dalam hal menyebarkan ideologi kapitalisme dan mengokohkan kapitalisme liberal, mendukung rezim yang neoliberal yang korup dan menyengsarakan, menjaga kepentingan AS di Indonesia (Freeport, dll), dan mungkin juga memastikan bahwa sekularisme, liberalisme, demokrasi, dan HAM berjalan dengan baik di Indonesia.

Perhimpunan Rakyat Pekerja, Socialist Alliance (Australia), Socialist Worker (Selandia Baru), Partido Lakas ng Masa (Philippine), Solidarity (Australia), Labor Party Pakistan, Socialist Alternative (Australia), dan Partai Sosialis Malaysia, menyerukan dilakukannya protes terhadap kunjungan Presiden AS Barack Obama ke Guam, Indonesia, dan Australia pada Maret 2010(okezone.com)

Bagi umat Islam yang menolak Obama beralasan bahwa penolakan ini adalah wujud solidaritas umat Islam yang atas saudara mereka yang dijajah oleh AS di belahan dunia lain seperti Afganistan dan Irak. Dalam banyak dalil dijelaskan bahwa sesama muslim adalah bersaudara.

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat” (QS. Al Hujuraat: 10)

“Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan saling berempati bagaikan satu tubuh. Jika salah satu anggotanya merasakan sakit maka seluruh tubuh turut merasakannya dengan berjaga dan merasakan demam.” (HR. Muslim)

Dari Hudzaifah Bin Yaman ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda, ”Siapa yang tidak ihtimam (peduli) terhadap urusan umat Islam, maka bukan termasuk golongan mereka.”. (HR. At Tabrani)

“Seorang mukmin terhadap mukmin (lainnya) bagaikan satu bangunan, satu sama lain saling menguatkan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Adalah wajar dan pantas umat  muslim  menolak seorang tamu yang telah tangannya masih berlumuran darah saudaranya dan mengekploitasi kekayaan alam Indonesia, kecuali ia datang untuk minta maaf dan tidak akan mengulangi lagi perbuatan terkutuknya itu. Tapi apakah Obama akan menghentikan penjajahan dan  pembantaian umat Islam di Irak, Afghanistan dan dukungan terhadap Israel atas penjajahannya terhadap Palestina? Akankah Obama akan menepati janjinya  menutup penjara Guantanamo yang menjadi tempat penyiksaan orang Islam? Rasanya tidak mungkin..

Artikel Terkait :

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Semoga-moga si Obama itu mau dan ingin untuk menghentikan peperangan antara Israel dan Palestina!
    Amin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: