Pluralisme Agama = Agama Baru

Kata pluralisme kembali menggema ketika Alm. Gus Dur meninggal dunia. Sebagai orang awam yang kurang paham agama dan cenderung mengikuti pada pendapat ulama dalam perkara hukum, maka sejak Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengelurakan fatwa haramnya pluralisme, liberalisme, dan sekularisme pada tahun 2005, maka saya berpegang pada fatwa yang dimaksud. Namun ternyata ada yang aneh, tatkala Gus Dur meninggalkan kita semua, SBY memberikan gelar “Bapak Pluralisme” pada beliau (Antara.co.id, 31/12/2009) dan ada kalangan liberal yang meminta MUI untuk mencabut fatwa yang mengharamkan pluralisme (Kompas.com, 4/1/2010).

Ada satu hal yang saya sangat tidak setuju, yakni pluralisme agama. Pada setiap pemeluk agama, mungkin ada yang setuju pada pluralisme agama dan adapula yang tidak setuju dengan ide ini. Setelah membaca definisinya di wikipedia dan membaca beberapa pendapat tokoh Islam Liberal serta referensi lainnya, makin menguatkan ketidaksetujuan saya dengan ide pluralisme agama. Kemudian saya mencari pendapat dari kalangan tokoh agama yang mendukung pendapat saya, yakni dari Islam, Katolik, Protestan, dan Hindu.

  1. Tahun 2000, Paus Yohanes Paulus II sudah menolak paham Pluralisme Agama mengeluarkan Dekrit ‘Dominus Jesus’.
  2. Dari kalangan Protestan di Indonesia juga muncul penolakan keras terhadap paham ini, dengan keluarnya buku Dr. Stevri Indra Lumintang berjudul ‘’Theologia Abu-Abu: Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, (Malang: Gandum Mas, 2004).
  3. Dari umat Islam, Majelis Ulama Indonesia, melalui fatwanya tanggal 29 Juli 2005 juga telah menyatakan bahwa paham Pluralisme Agama bertentangan dengan Islam dan haram umat Islam memeluk paham ini. MUI mendefinisikan  sebagai suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan  karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif; oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga. Dr. Anis Malik Thoha, pakar Pluralisme Agama, yang juga Rois Syuriah NU Cabang Istimewa Malaysia, mendukung fatwa MUI tersebut dan menyimpulkan bahwa Pluralisme Agama memang sebuah agama baru yang sangat destruktif terhadap Islam dan agama-agama lain.
  4. Buku yang berjudul ”Semua Agama Tidak Sama”, terbitan Media Hindu tahun 2006. Buku yang berisi kumpulan tulisan sejumlah tokoh dan cendekiawan Hindu ini secara tajam mengupas dan mengritisi paham Pluralisme Agama   Buku ini diberi pengantar oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), yang merupakan induk umat Hindu di Indonesia.

Jadi pada dasarnya Pluralisme Agama tidak disetujui oleh mayoritas agama di Indonesia. Kalau memang kita berbeda, mengapa mesti dipaksakan untuk sama karena memang semua agama tidak sama.

Artikel terkait :

Iklan

12 Tanggapan

  1. kalau saya sendiri masih belum menentukan sikap mengenai hal ini. hal ini dikarenakan ketidaktahuan saya mengenai plurarisme, hukum2 islam lainnya dan perkara yang saling berhubungan satu sama lain. masih mencari beberapa referensi untuk mengambil sikap.

  2. ingin belajar pluralisme, Klick me 🙂

  3. sya jga kadang masih pusing mengenai pluralism….niceinfo..

  4. mmm, tulisan antum masih terlalu umum akhi, perlu pendetailan lagi. Btw, blog antum up-to-date terus ya? telaten^^

  5. menurut gua, plurarisme ingin menekankan bahwa semua agama mengajarkan kebaikan. plurarisme tidak menyentuh keimanan dari masing-masing pengikut agama… sangat normal jika kita mengakui bahwa agama yang kita anut adalah yang terbaik (karena itu kita anut agama itu) tetapi sangat picik dan sinis kalau kita, karena agama kita, cenderung untuk menghina, memusuhi, bahkan berencana untuk menghabisi umat agama lain… jadi plurarisme itu tidak berbahaya.. malah menguatkan iman kita bahwa keragamaan yang ada membuka hati dan pikiran kita akan karunia Tuhan… iman yang kuat melihat kebaikan diantara keberagaman tetapi iman yang lemah melihat kegalauan diantara keberagaman..

  6. Tanpa kita sadari Sekularisme, Pluralisme maupun Liberalisme adalah paham yang diserbarluaskan oleh kaum Illuminati.

    Bagi illuminati,
    Liberalisme, paham yang “membebaskan” manusia terhadap aturan Allah / Agama
    Pluralisme, paham yang membuat manusia “floating” / “ragu” akan agama.
    sedangkan sekularisme, paham yang menghindarkan manusia dalam kehidupannya me”referensi” kepada Allah / Agama

    selengkapnya baca di blog saya, http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/01/18/sekularisme-pluralisme-dan-liberalisme/

    Toleransi ?

    Umat muslim di Malaysia, “marah” terhadap penggunaan kata Allah bagi Katolik.

    Umat muslim di Malaysia tampaknya belum setoleransi umat muslim di Indonesia. Semoga tidak berkembang menjadi konflik lebih jauh.

    Di Indonesia walaupun ditulis sama Allah antara umat Islam maupun umat Katolik, namun tetap saja ada “perbedaan”.

    Karena “perbedaan” mengenal Allah pada ahli kitab sebelumnya maka Nabi Muhammad di beri wahyu Allah untuk memperbaikinya.

    Salah satu firman Allah , dalam surat Al-Ikhlas sebagai “pengobat” kekeliruan yang telah terjadi.

    Namun tidak ada paksaan bagi mereka akan tetapi firman Allah mengatakan,
    “Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka..” (QS.Ali Imran : 110)

    Jadi, konsep pluralisme adalah keliru ! baik dengan arti semua agama benar atau semua agama sama atau ada berbagai macam agama di dunia, karena Allah “memberitahukan” kepada manusia melalui nabi dan rasul secara bergantian tidak pernah bersamaan !

    Nabi yang kemudian “memperbaiki” ajaran nabi sebelumnya yang “dirusak”, “diubah”,”dilempar” oleh manusia.

    Sampai Allah telah menetapkan untuk yang “terakhir” akan menjaganya sampai akhir zaman.

    Wallahu a’lam

  7. Pluralisme itu sama dengan kemajemukan. Jadi menurut saya berarti hanya sebatas toleransi saja terhadap agama lain budaya orang lain sepanjang semuanya mengajarkan banyak kebaikan terhadap sesama. Tidak mengadung masalah yang melanggar norma. Seperti maksiat, mencuri, korupsi, merusak lingkungan, kekerasan, membunuh dan lain-lain sebagainya. Itu saja menurut saya, tapi ada lho ! dalam quran dan hadisnya itu.

  8. Indonesia saat didirikan oleh banyak orang dengan latar belakang suku, agama dan kepercayaan. Sekarang setelah merdeka kok ada satu agama yang mau di atas yang lain?

    • Bukan masalah satu agama mau diatas yang lain.
      Kita paham bahwa Tuhan itu Esa / Ahad / Tunggal
      Kita paham bahwa agama itu bersumber dari wahyu Tuhan yang diajarkan melalui nabi/rasul.
      Tuhan menyampaikan bahwa nabi Muhammad adalah nabi terakhir dan Kitab Al-Qur’an akan dijaga sampai akhir zaman.
      Dalam Al-Qur’an diungkapkan kekeliruan manusia sebelum nabi Muhammad diutus.

      Lalu kenapa kita tidak berpegang pada kitab terakhir ?

  9. Pluralisme agama?, ini adalah kata majmuk biasanya dalam tata bahasa manapun, bila satu kata dirangkai dengan kata lain jadi rangkaian kata baru maka maknapun berubah dengan sendirinya, misal papan tulis, kalau kita fokus pada makna perkata maka kita tidak menemukan makna yang semestinya alias rancu, papan=kayu lembaran, tulis=mencoret sesuatu di atas media, tapi yang dimaksud adalah papantulis suatu media yang di letakkan didepan orang belajar untuk alat peraga, begitu juga Pluralisme agama jangan diartikan dalam kontek perkata, pluralisme agama adalah dua kata yang dirangkai dan dengan sendirinya berubah maknanya, maka bagi orang2 yang tidak paham bener dengan tata bahasa bisa di artikan bermacam macam makna, yang tidak setuju dengan sepak terjang gus dur mereka mengartikan dengan pendapat mereka, begitu pula yang sebaliknya, mana yang bener ya, sekarang kita jangan mencari siapa yang bener dan salah dulu, yang pasti toleransi antar umat beragama itu perlu sebagaimana di ajarkan oleh Rasulullah, akhlaq Rasulullah dalam al-Qur’an adalah pema’af bukan pendendam, hanya setanlah yang punya sifat pendendam, kesalahan orang lain jangan digunakan untuk memicu kebencian kita terhadap suatu kelompok agama lain, Alqur’an telah mengajarkan kepada kita janganlah kamu menghina sesembahan mereka (selain Allah) maka mereka akan balas menghina Allah, begitu seterusnya saling menghina tanpa ujung, pusiiiiing kan bisa berantem melulu, yang jelas Pluralisme agama kl di artikan seperti yang saya artikan insyaAllah tidak Haram, Ok lah kl beg beg beg gitu…… Allahu a’lam bissowab

  10. apakah pluralius diindonesia tidak bisa ditiadakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: