Jadilah Pengembara

Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam memegang pundak kedua pundak saya seraya bersabda : Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara “, Ibnu Umar berkata : Jika kamu berada di sore hari jangan tunggu pagi hari, dan jika kamu berada di pagi hari jangan tunggu sore hari, gunakanlah kesehatanmu untuk (persiapan saat) sakitmu dan kehidupanmu untuk kematianmu “(Riwayat Bukhori)

Aku baru menyadari pada hari ini sudah 28 hari usiaku  melewati kepala tiga. Sudah 18 hari aku menapak tahun 1431 Hijriyah dan aku telah masuk pada  hari kelima  2010. Pita perjalanan hidup terus berputar, merekam setiap detik desah nafasku yang terengah. Kadang aku sengaja berjalan dalam gelap. Mematikan lentera yang seharusnya menjadi penerang dalam gulita. Bahkan aku sengaja menghindar dari apa yang sebenarnya kucari. Sengaja menabur duri di jalanan yang akan kulewati padahal aku tahu bahwa aku takut terluka. Aku membeli sebatang cambuk untuk menyiksa diriku sendiri dan membangun bui untuk mendekam di dalamnya.

Aku pecundang, bukan pemenang. Pecundang yang membiarkan dirinya dipatuk oleh ular yang sama. Terkapar, menikmati bisa ular yang mematikan semua gerak tubuh. Pecundang yang suka bermain api yang kemudian terbakar menjadi debu tak bermakna. Pecundang yang hanya bermimpi dalam lelap di alam bawah sadar.  Bukan pemenang yang selalu memiliki cara yang unik dalam menghadapi diri sendiri dan dunia serta pemenang yang memiliki impian di alam sadar dan penuh kesadaran.

Malas adalah kata yang jitu untuk memupus mimpiku. Panjang angan dan kegemaran menunda pekerjaan adalah lelakon ampuh untuk menjadikan diriku jadi pengkhayal kelas berat. Aku punya sejuta alasan untuk membenarkan kesalahan yang sering kubanggakan. Sibuk memberi perhatian dan harapan pada orang lain, namun menelantarkan diri sendiri dan membiarkan hati kerontang. Selalu ingin berpakaian putih suci kemanapun, padahal tubuhku penuh noda dan borok membusuk. Sampai kapan diri akan tersadar. Apa harus menunggu jasad terbungkus kafan ? Sadarlah wahai diri…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: