Ketika Ganja Jadi Rumput Liar

ilustrasi ganja jadi rumput liar (jabir.doc)“Tolonglah ditanda tangani, Dok. Saya tidak bisa PNS 100% kalau Dokter tidak mau tanda tangan. Beberapa teman saya yang sering pakai ganja, tapi kenapa mereka tidak positif pake ganja?”

“Mungkin mereka tidan pernah pake dalam beberapa hari ini, jadi tidak terdeteksi ganja dalam air kencing mereka” Saya hanya bisa menjelaskan demikian. Biasanya paling lama 5-6 hari berada dalam air seni. Dua tahun berturut-turut saya diamanahkan menjadi anggota Tim Pemeriksa Kesehatan kabupaten untuk CPNS yang akan diangkat jadi PNS 100%. Setiap CPNS diharuskan bebas narkoba dengan surat keterangan bebas narkoba.

“Dok, kalau disini hampir semua laki-laki pernah pake ganja. Kalau tidak percaya, coba tanya pada lelaki yang seumur saya. Saya pastikan hampir semuanya pernah pake ganja. Jadi saya mohon kebijaksanaan dokter untuk mengerti hal seperti ini” Pungkasnya sambil berlalu dengan kesal. Saya sarankan untuk menunggu beberapa hari agar air kencingnya bebas dari marijuana/ganja.

Setelah sang CPNS pulang, saya penasaran ingin mengetahui kebenaran yang ia katakan. Saya bertanya pada beberapa orang yang seumur dengannya (sekitar 35 tahun). Hampir semua tersenyum kecut. Hehe.. banyak yang malu-malu ngaku pernah memakai daun kenikmatan tersebut. Tapi apa yang dikatakannya hampir benar.

Menurut banyak cerita, dulu ganja tumbuh seperti rumput liar di daerah ini. Warga ada yang memakainya sebagai bumbu masakan atau pelunak daging. Beberapa teman bilang, ganja enak bila dijadikan bumbu indomie. Bahkan ketika kantor dinas kami pindah ke lokasi pinggiran hutan, beberapa anak pohon ganja tumbuh liar di belakang kantor. Beberapa staf membawa pulang ke rumah dan di tanam dalam pot. Saya ditawari satu pohon tapi tidak berani saya ambil. Takut ditangkap polisi.

Bukan hanya warga biasa  yang memakai ganja. Tapi aparatpun sepertinya banyak yang ‘pake’. Hal ini saya ketahui karena bila akan ada tim pemeriksa kesehatan dari Polda, ada beberapa orang aparat yang konsultasi tentang bagaimana caranya agar air seni mereka bebas narkoba pada saat tes urin nanti.

Dalam satu kecamatan saja ada 7 orang pasien gila dengan riwayat pecandu ganja berat. Ganja memang bisa menyebabkan gila. Beberapa waktu sebelumnya ad teman saya menabrakkan mobil ke rumah orang. Ketika saya tanya kenana menabrak rumah orang, dia mengatakan dikiranya rumah itu masih jauh. Saya curiga efek ganja yang menyebabkan disoreintasi jarak pandang telah mengganggu penglihatannya. Suatu ketika pernah beberapa anak SMU masuk UGD di tempat saya dan gagal ikut UAN karena malamnya pesta ganja. Beberapa orang tidak bisa membaca tulisan soal UAN yang diberikan.

Saya juga penah menemukan bungkusan koran dengan sisa-sa daun ganja yang masih banyak. Sepertinya pada malam sebelumnya ada pesta ganja di tempat itu. Polisi bahkan pernah menyita dan membakar puluhan hektar ganja yang ditanam di tengah rimba belantara.

Melihat hal ini saya pernah mengajukan program untuk skrining ganja rutin pada generasi muda terutama siswa SMU. Sehingga bisa dilakukan tindakan antisipatif dan pembinaan. Namun sampai saya ‘mencopot diri’ sebagai ‘menkes’ di kecamatan itu dan dilantik sebagai menkes di negeri Ngotjoleria, program itu tidak pernah terlaksana. Saya khawatir akan ada generasi hilang yang akibat daun kenikmatan itu.

From : my kompasiana

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: