Negara Tanpa Ideologi

Sebenarnya ideologi apa yang menjadi falsafah hidup bangsa Indonesia ? Saya masih teringat pada pelajaran (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaan (PPKN) saat duduk di bangku SMU. Nilai PPKN saya biasanya lumayan, kalau bukan 7 biasanya 8. Mungkin karena saya bisa menjawab pertanyaan seperti di atas. Bahkan waktu SD saya sudah hafal 36 butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) yang kemudian berubah menjadi 45 butir. Mungkin sekarang sudah berubah, tapi saya sudah tidak tahu lagi. Hal yang jelas adalah bahwa ideologi negara ini adalah Pancasila.

Namun jika kita melihat implementasinya, rasanya sudah banyak perilaku anak bangsa sudah tidak sesuai dengan Pancasila. Jangankan untuk mengamalkan Pancasila, kadang kelima silanya sudah banyak yang lupa, apalagi menghafal dan mengamalkan 45 butir P4 tersebut. Tapi saya heran jikalau kita membuka referensi tentang ideologi-ideologi dunia maka jangan berharap bahwa nama Pancasila akan disebutkan disana. Paling tidak mereka hanya akan menyebut Fasisme, Komunisme, Demokrasi Liberal Kapitalisme, dan Islam. Apakah karena Panacasila tidak memenuhi kriteria sebagai ideologi atau ideologi ini hanya berlaku lokal di Indonesia karena tidak diemban ke negara lain.

Sebuah negara akan cepat berkembang bila negara tersebut mengemban sebuah ideologi. Indonesia  tidak mau dikatakan menganut kapitalisme liberal dalam wujud kebijakan neoliberal yang sedang berlangsung, walaupun pada prakteknya hal itu terjadi. Apalagi dikatakan mengemban komunisme. Hanya mendengar namanya saja sudah ada orang yang bergidik karena teringat peristiwa G 30 S PKI. Kalau nama sosialisme masih banyak orang yang suka, apalagi dikalangan mahasiswa yang banyak menentang kapitalisme. Dikatakan mengemban ideologi Islam, kebanyakan orang akan langsung fobia karena mungkin yang teringat dibenak adalah hukum rajam atau potong tangan. Indonesia juga tidak mau dikatakan negara sekuler dengan salah satu alasannya bahwa di kabinet tetap ada departemen agama. Padahal sebenarnya hal itu memperkuat indikasi bahwa Indonesia adalah negara sekuler.Jadi sebenarnya ideologi yang diemban Indonesia yang mana ?

Saya percaya bahwa di Indonesia ini banyak sekali orang baik dan orang cerdas. Tapi mengapa korupsi masih merajalela, mafioso peradilan gentayangan, kemiskinan masih tinggi, birokrasi masih mempersulit pelayanan publik. Rakyat menderita dalam negeri yang kaya raya. Kesemuanya itu bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Apakah karena sudah jarang dilalukan penataran P4. Salah satu jawabannya adalah karena Indonesia tidak memegang satu ideologi yang jelas. Andai saja Indnesia menerapkan Pancasila atau kapitalisme secara ‘kaffah’ atau sosialisme secara ‘kaffah’ atau Islam secara kaaffah, mungkin keadaan Indonesia minimal tidak terpaut jauh di bawah Amerika atau China. Sekedar ilustrasi, salah satu prinsip yang menurut saya adalah prinsip kapitalisme adalah “waktu adalah uang‘. Untuk menjabarkan prinsip ini mereka membuat berbagai infrastruktur, teknologi dan birokrasi yang efektif sehingga bisa menghemat pemakaian waktu. Korupsi akan dihindari karena hal itu merugikan.  Pada akhirnya keuntungan yang didapatkan akan makin banyak. Prinsip ini juga akan memotivasi orang menjadi pekerja keras, karena tiap detik waktu akan bernilai uang.

Saya pernah bertanya pada salah seorang pimpinan LSM Asing yang bekerja di Aceh. ” Kok, jauh-jauh datang ke Indonesia?”

” Karena kalau bekerja disini saya digaji 1 dolar 1 menit”. Jawabnya singkat. Wow.. besar sekali gajinya.

Sekarang saatnya Indonesia mengkaji kembali, ideologi apa yang akan diterapkan di negeri ini. Apakah Pancasila masih relevan atau mengambil keseluruhan demokrasi liberal kapitalistik, atau kembali ke selera Bung Karno yang lebih cenderung ke Sosialisme atau mengambil Islam sebagai Ideologi negara. Saya sebagai seorang muslim (walau kurang taat) menginginkan Ideologi Islam sebagai alternatif  falsafah hidup bangsa. Secara tidak langsung negara sudah mengakui hal ini kan? Beberapa partai Islam sudah mencantumkan Islam sebagai ideologi atau dasar pendirian partai. Prinsip-prinsip ekonomi Islam sudah mulai diterapkan. Bahkan Kompasiana-pun ikut mempromosikan Bank Syariah yang lebih menentramkan (Baca iklan iB (ai-bi) pada halaman home Kompasiana). Walau saat ini tidak satu negarapun yang mengembannya namun saya percaya pada sifat ideologi yang tidak pernah mati bila pengembannya masih ada serta terus memperjuangkannya serta tidak mengalami perubahan. Bagi saya hal ini adalah kewajiban dan saya percaya hanya dengan ideologi ini yang akan memberikan berkah dunia akhirat. Terserah orang mau bilang apa 🙂

Kompasiana/muhammadjabir

Iklan

3 Tanggapan

  1. saya jadi bingung harus komen apa, nyatanya demikian

  2. Menurut saya ideologi negara ini campur-baur. Ya kapitalis, ya sosialis. Ya Islam, ya sekuler. Ya liberalis, ya … (Terserahlah.)

    Pancasila cuma diungkit dua kali, yaitu pada mata pelajaran anak sekolah dan pada penataran pembekalan pegawai negeri. Sisanya, orang hanya menjadikannya asesoris pajangan di dinding.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: