Merayakan Halloween

HalloweenHari ini bagi masyarakat dunia terutama rakyat Amerika merupakan salah satu hari ‘raya’ yakni Halloween Day. Barusan saya membaca beberapa status ‘artis’ Indonesia yang akan ikut merayakan Halloween dengan cara mereka sendiri. Hari ini  Happy Halloween menjadi trending topic pertama di Twitter. Saya tahu beberapa dari mereka muslim. Ada yang mengatakan tidak apa-apa ikut merayakan. Ini kan just for fun, bukan bermaksud untuk mengikuti tradisi orang kafir.  Tapi sebagai seorang muslim, semua tindakan yang kita lakukan ada implikasi hukumnya dalam syariat. Makanya penting untuk mengetahui latar belakang sesuatu sebelum kita mengikutinya atau menghukuminya.

Benar apa yang diprediksikan oleh Rasullulllah seribu empat ratus tahun yang lalu :

Kalian benar-benar akan meniru sunnah (jalan/tata cara) orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai-sampai sekiranya mereka memasuki lubang biawak kalian pun juga turut mengikutinya.” Kami (para sahabat) bertanya : ”Apakah Yahudi dan Nasrani?” Rasulullah menjawab : ”siapa lagi?” [HR Bukhari, Bab Ma Dzakaro ’an Bani Isra’il 11/272]

Halloween atau Hallowe’en adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober, dan terutama dirayakan di Amerika Serikat. Tradisi paganisme ini yang kemudian ber-akulturasi dengan budaya gereja berasal dari Irlandia, dan dibawa oleh orang Irlandia yang beremigrasi ke Amerika Utara. Halloween dirayakan anak-anak dengan memakai kostum seram, dan berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga meminta permen atau cokelat sambil berkata “Trick or treat!” Ucapan tersebut adalah semacam “ancaman” yang berarti “Beri kami (permen) atau kami jahili.”

Sekitar abad ke-8, gereja Katolik mulai merayakan tanggal 1 November sebagai hari untuk menghormati para santo dan santa yang tidak memiliki hari perayaan khusus. Maka mulailah tradisi bahwa misa yang diadakan pada hari itu disebut Allhallowmas, yang berarti misa kaum suci (red: dalam bahasa Inggris disebut hallow). Malam sebelumnya, tanggal 31 Oktober, lalu disebut All Hallows Eve. Inilah cikal-bakal Halloween.

Sementara itu, di belahan selatan benua Amerika, tepatnya di Meksiko, setiap tanggal 31 Oktober merayakan Hari Para Arwah (El Dia de Los Muertos), untuk menghormati para kaum suci. Berawal dari tradisi gereja Katolik, perayaan itu sampai sekarang dianggap sebagai salah satu hari besar keagamaan dan dirayakan dengan meriah.

Berikut beberapa dalil yang menjadi dasar tidak dibolehkannya seorang muslim ikut dalam perayaan Halloween Party :

  1. Halloween terkait dengan ritual penyembahan dewa matahari dalam ajaran paganisme. Dalam surat al-Kafirun ayat pertama disebutkan, “Qul (katakan ya Muhammad) wahai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kalian sembah”. Ayat berikutnya berbunyi,  “aku bukanlah penyembah apa yang engkau sembah.”
  2. Dan dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash r.a, dia berkata, “Barangsiapa yang berdiam di negeri-negeri orang asing, lalu membuat tahun baru dan festival seperti mereka serta menyerupai mereka hingga dia mati dalam kondisi demikian, maka kelak dia akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama mereka.” [Lihat ‘Aun Al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud, Syarah hadits no. 3512]
  3. “Sesungguhnya Allah telah menggantikan bagi kalian untuk keduanya dua hari yang lebih baik dari keduanya: Idul Adha dan Idul Fitri. [Dikeluarkan oleh  Imam Ahmad di dalam Musnadnya, No. 11595, 13058, 13210] Umat Islam sudah memiliki hari besar sendiri yakni Idul Adha, Idul Fitri dan Hari Jum’at/Idul Usbu’. Tidak ada hari raya lain selain itu.
  4. Rasulullah SAW. Bersabda “Barang siapa yang meniru suatu kaum, maka ia termasuk kelompok mereka” (HR .Ahmad dan Abu Dawud dari Ibnu Umar)

Perayaan lain seperti Valentine Day, Natal, Tahun baru, April Mop dan lain sebagainya dengan alasan apapun entah “just for fun” hingga yang berkata demi toleransi dan pluralisme adalah alasan yang batil. Bahkan mengucapkan kata ‘Selamat’ pun tdak diperbolehkan. Allahu A’lam

Diolah dari berbagai sumber.

Iklan

4 Tanggapan

  1. ah, budaya yang tak seharusnya diikuti oleh umat islam apapun alasannya

  2. ha ha ha ha ha……

  3. sayangnya..
    semakin banyak orang2 *muslim* yang dengan bangga nya mengikuti itu semua..
    mari kita tegakkan agama islam..

  4. To All : Yup.. mari berpegang teguh pada Islam !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: