Poligami, Masalah atau Solusi ?

selingkuhWacana poligami kembali menyeruak tatkala beberapa waktu yang lalu ada launching Klub Poligami Indonesia di Hotel Grand Aquila Bandung yang dimotori oleh Global Ikhwan dari Malaysia. Para aktivis perempuan seperti kebakaran bulu hidung dengan adanya kegiatan ini karena menganggap poligami adalah salah satu bentuk kekerasan dan ketidakadilan pada perempuan. Poligami yang menurut mereka seharusnya dienyahkan dari muka bumi ini, tapi kini dikampanyekan dan dibudayakan.

Dari sudut pandang kaum liberal dan aktivis perempuan serta pejuang gender- yang mengklaim diri akan melindungi hak-hak perempuan, poligami adalah suatu masalah yang harus diberantas dan dikubur. Anggapan ini mungkin muncul dari realitas yang terjadi dimana menurut mereka poligami banyak menimbulkan masalah dan yang dirugikan adalah perempuan. Mereka bahkan telah mengusulkan untuk merevisi UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan yang masih membolehkan poligami atas izin istri dan Peraturan Pemerintah no. 45 tentang larangan poligami bagi TNI dan PNS supaya poligami dilarang juga untuk masyarakat umum.

Memang diakui bahwa ada praktek poligami yang ‘menyengsarakan’ kaum perempuan. Hal ini mungkin terkait dengan motivasi poligami para suami dan kurangnya pemahaman agama suami maupun istri. Diakui atau tidak para suami memang terbagi tiga yakni suami setia, suami yang takut istri dan suami yang ingin berpoligami. Mungkin sudah fitrah lelaki tidak cukup dengan satu wanita. Tapi pernahkah kita berpikir bahwa poligami yang dibolehkan oleh Allah dan Rasulnya merupakan solusi dari beberapa masalah ini dan menjaga kehormatan manusia? Berikut beberapa pertimbangan.

  1. Mana yang lebih terhormat dan halal, suami yang poligami atau suami yang selingkuh/berzina atau punya wanita idaman lain (WIL)?
  2. Wanita mana yang lebih terhormat, wanita yang menjadi istri kedua, ketiga, keempat atau wanita selingkuhan seorang pria yang telah memiliki istri yang sah?
  3. Suami mana yang lebih baik, suami yang meniduri wanita pelacur atau suami yang tidur di rumah istrinya yang lain?
  4. Mana yang lebih lebih terhormat, wanita yang menjadi istri dari seseorang suami yang berpoligami atau wanita yang menjadi seorang pelacur?
  5. Mengingat jumlah wanita yang katanya akan lebih banyak dari pria, mana yang lebih baik bagi seorang wanita, menjadi istri kedua atau tetap sebagai perawan tua dan tidak merasakan pernikahan sama sekali?

Sangat ironis apabila seorang suami yang melakukan poligami yang dihalalkan dianggap hina dan disamakan dengan seorang suami yang selingkuh atau punya WIL. Kebanyakan orang mungkin lebih marah pada Aa Gym yang berpoligami daripada para artis atau pejabat/wakil rakyat yang selingkuh atau berzina.

Saya kira yang perlu dilakukan bukan dengan melarang atau mengharamkan poligami yang jelas-jelas dihalalkan dalam Islam. Tapi salah satu hal yang diperlukan adalah bagaimana agar poligami tidak menimbulkan masalah dan penindasan pada perempuan. Mungkin salah satu solusinya adalah  dengan bergabung pada klub poligami. Disana pasti ada sharing pengalaman dan tips baik antar suami maupun antar istri dari suami yang poligami. Sehingga poligami yang menurut Ahmad Dani adalah salah satu karakter Indonesia bisa lestari dan membahagiakan bukan  malah menyengsarakan. Walaupun bagi saya yang terbaik adalah hidub bahagia dengan satu istri saja. Namun bagi mereka yang tetap bahagia atau lebih bahagia dengan lebih dari satu istri, silahkan… Penelitian juga membuktikan bahwa pria yang berpoligami ternyata lebih panjang umur 🙂 Peace …. !!!

Iklan

6 Tanggapan

  1. 1. YAng lebih terhormat, lebih mulia adalah suami yang setia pada 1 istri, mencintai dan mengasihi nya di sepanjang hidupnya.
    2. Yang lebih terhormat adalah wanita yang bisa menjaga kehormatannya, dan tidak mengganggu rumah tangga orang lain.
    3. YAng lebih baik adalah suami yang tidur dengan 1 istri dan anak2nya, menemaninya sepanjang malam
    4.YAng lebih baik adalah wanita yang menjaga prinsipnya, lebih baik menjadi perawan tua dari pada berbagi hati dengan wanita lain

    ervin, 36 th, female and happy single

  2. mau tidak mau,,kita harus tetap yakin bahwa poligami itu di bolehkan dalam islam…sbgmana dlm al qur’an : “Dan jika kamu khawatir tidak dapat berbuat adil terhadap anak-anak atau perempuan yatim (jika kamu mengawininya), maka kawinlah dengan perempuan lain yang menyenangkan hatimu; dua, tiga, atau empat. Jika kamu khawatir tidak dapat berbuat adil (terhadap istri yang terbilang), maka kawinilah seorang saja, atau ambillah budak perempuan kamu. Demikian ini agar kamu lebih dekat untuk tidak berbuat aniaya” (An-Nisa` 3). salah satu syaratnya adalah adil…namun bisakah benar2 adil??? disamping adil harus ada syarat2 lain yang syar’i, bukan hanya karena nafsu semata. Untuk istri2 yang sudah siap di poligami saya sangat kagum pada anda semua…tapi keimanan saya blum sampai kesana :(…Semoga saya bisa seperti khadijah yang menjadi istri satu2nya rasulullah yang tidak di poligami dan paling dicintai suaminya sampai menghembuskan nafas terakhir…amiin…walaupun tidak mungkin saya bisa menandingi keshalihan dan kemuliaan khadijah r.a,,,tapi marilah kita berusaha agar suami kita tak pernah berpaling pada wanita lain 🙂

  3. ck ck ck ck….
    ada-ada saja yah…
    pro dan kontra poligami memang sudah sejak lama menjadi perbincangan para ulama dinegeri kita…
    eh sekarang malahan ada yang mendirikan klub poligami…

    poligami memang banyak dilakukan oleh orang2 yang memiliki kelebihan didalam harta kekayaan..
    karena mereka beranggapan bahwa salah satu syarat melakukan poligami adalah harus adil…
    mereka menganggap bahwa mereka bisa memenuhio sifat adil tersebut dengan harta…
    tapi yang dimaksud adil disini adalah, adil dalam segalanya…
    baik sandang, pangan dan papan, tentu saja jasmani dan juga rohani harus terbagi dengan adil…

    semoga saja terbentuknya klub poligami ini tidak membawa dampak negatif bagi warga yang berada dilingkungan sekitar maupun masyarakat luas….
    Iklan

  4. poligami yang jelas halal, poligami yang pertama sangat benar merupakan solusi bagi orang yang berniat menghindari zina dan perceraian karena sudah krisis cinta da faktor lainnya, poligami merupakan masalah bagi keluarga sakinah apabila keberadaannya ternyata tidak bisa berlaku adil.

    Poligami bukan masalah umum tetapi memiliki dan bersifat khusus, karena menyangkut perasaan seseorang yang menjalaninya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: