Mencegah Terjadinya Gempa

gempa_bumiMusibah yang ditimpakan pada manusia pada dasarnya ada tiga jenis. Pertama, musibah adalah ujian bagi orang yang beriman untuk menguji sejauh mana keimanan mereka. Kedua, musibah adalah peringatan bagi manusia yang melanggar aturan Allah agar kembali ke jalan yang benar , dan yang ketiga, musibah adalah azab atau hukuman bagi hamba yang inkar kepada-Nya. Musibah yang menimpa manusia banyak macamnya, namun yang sedang ramai dibicarakan adalah musibah berupa gempa bumi yang mengguncang bahkan meluluhantahkan beberapa tempat di Indonesia.

Gempa memang merupakan fenomena alam, namun bukan fenomena alam murni sebagaimana yang diberitakan oleh media. Bahkan dari berita yang kita dengar ada kecenderungan sekulerisasi bahkan ‘ateisasi’ peristiwa gempa. Sepertinya tidak ada sama sekali campur tangan atau kehendah Allah di dalamnya. Dari sudut pandang keimanan gempa tidak akan terjadi kalau Allah tidak berkehendak (memerintahkan bumi untuk bergoncang).

Dalam surat Az Zalzalah disebutkan :

1. Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat)

3. dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”,

4. pada hari itu bumi menceritakan beritanya,

5. karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(TQS At Taghaabun:11)

Jadi bumi ini hanya akan bergoncang jika Allah memerintahkannya. Bukan sekedar fenomena alam biasa. Manusia mungkin bisa memprediksi kapan terjadinya gempa, namun tidak bisa mencegahnya sama sekali. Bahkan untuk mengetahui dimana kemungkinan episentrum suatu gempa tidak diketahui sama sekali. Kita bisa melihat betapa dahsyat akibat gempa dengan 7,9 skala Richter dengan episentrum yang jauh dari kota Padang. Bagaimana jika seandainya episentrum gempa tepat berada dibawah kota Padang dengan 10 skala Richter? Bayangkan sendiri …. Saya pernah merasakan gempa Aceh-Nias Maret 2005 dengan 8,7 Skala Richter. Hanya untuk berdiri saja tidak sanggup.

Jika musibah yang timbul adalah jenis kedua dan ketiga, maka sebenarnya gempa bisa dicegah. Kita bisa melihat dalam Al Qur’an sebagai berikut :

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya (TQS Al A’Raaf :96)

Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)? (TQS Al A’Raaf :100)

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (TQS Asy Syuura :30)

Jadi musibah  dalam jenis kedua dan ketiga itu termasuk gempa bisa dicegah hanya dengan beriman dan bertakwa kepada Allah dan kebanyakan musibah yang menimpa kita ‘bisa saja’ memang akibat dosa-dosa dan perbuatan tangan kita sendiri. Keimanan dan ketakwaan yang dimaksud tidak hanya pada taraf keimanan individual tapi keimanan dan ketakwaan secara komunal dan negara. Sudahkah negera ini taat pada hukum Allah dan Rasulnya ? Atau malah mencampakkan aturan yang datang dari Allah ?Wallahu a’lam.

Iklan

3 Tanggapan

  1. artikel yang sangat bermanfaat. terima kasih untuk informasinya 🙂

    salam hangat,

    romie
    http://www.engineeringtown.com

  2. postingan yang menarik aduen. sebenarnya segala sesuatu itu telah diberikan tanda2 oleh yang kuasa ya, hanya saja kita tidak peduli

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: