Lagu Klub Sepakbola Jerman Menghina Nabi Muhammad

SchalkeSebuah lagu yang dinyanyikan oleh para fans klub sepakbola Jerman FC Schalke 04 telah menuai protes dari kaum Muslim karena sebutan dalam lagu kepada Rasulullah SAW. Klub sepakbola itu telah menerima ratusan e-mail dari kaum Muslim yang marah baru-baru ini, sejak media Turki memberitakan laporan mengenai lagu tersebut.

Polisi di Gelsenkirchen, di wilayah industri Ruhr sebelah barat Jerman, mengatakan mereka menanggapi keluhan kaum Muslim itu dengan sangat serius.
Lagu tersebut merupakan yang terbaru atas serangkaian insiden yang menunjukkan bahwa Jerman sedang menjadi benteng anti-Islam. Hanya beberapa minggu lalu, pemerintah Jerman menolak tuduhan bahwa mereka mentoleransi xenophobia (kebencian terhahadap orang asing) dan pandangan-pandangan anti-Islam setelah pembunuhan terhadap Marwa El-Sherbiny, 31 tahun, di Dresden dimana media Jerman pada umumnya tidak berkomentar. Jerman memiliki penduduk Muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Perancis  dan Negara itu cepat berubah menjadi benteng anti-Islam.

Kutipan lirik lagu:

Blue and white, forever true
Blue and white is just like heaven born
Blue and white are the colours we have always worn
If we had a kingdom for us to make
It would resemble Schalke and no mistake
All the girls, oh so young and fair
Would sport a blue and white ribbon tied up in her hair
Mohammed was a prophet who
Knew nothing of football, that much is true
But of all the colours shining bright
The ones he thought up were our royal blue and white

Sumber : hizbut-tahrir.or.id (HTI-Press)


Iklan

5 Tanggapan

  1. Harap maklum, mereka belum bermartabat dan belum “berbudaya” sekalipun mengaku modern …

  2. Nggak usah melok2 lah mas lebih baik ngurusin diri sendiri bersama keluarga, cari nafkah yang halal, baik 2 kepada semua orang, berhati jujur jangan sampai punya musuh, hidup kan jadi tenang.Jangan pada cari perkara dan masalah apa sih untungnya.Allah tuh nggak membeda-bedakan siapapun, jangan pada punya sifat melecehkan orang orang atau bangsa lain seperti kita yang juga banyak kekuranagn dan kelemahan.Perangilah perasaan dengki di hati kita masing2 supaya hidup damai dan tenteram.Kita manusia tidak berhak untuk membenarkan diri.Kita semua adalah manusia2 pendosa.Siapa yang suci dan benar, bukan saya dan bukan kalian semua.”Hanya Allah Yang Diatas Sana.

    Peace!

    • Sudikah Anda bila Nabi junjunganmu dihina orang ??? Bukannya saya sok suci, tapi walaupun saya adalah orang yang berlumuran dosa dan jauh dari tuntunannya, namun saya tidak akan pernah rela beliau dihina !!!! Barang siapa yang mencela Nabi dihadapanku, maka tak akan kubiarkan lisannya mengucapkan kata penghinaan…. (tahu sendiri akibatnya…!!!)

      Di dalam kitab Nayl al-Authar, terdapat bab yang berjudul, “Membunuh Orang yang Menghujat Nabi dengan Kata-kata yang Nyata.” (Lihat: asy-Syaukani, Nayl al-Authar, jld. VII, hlm. 213-215). Di dalamnya terdapat dua buah hadis sebagai berikut:

      1. ‘Ali bin Abi Thalib menuturkan bahwa ada seorang wanita Yahudi yang sering mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. (Karena perbuatannya itu) perempuan tersebut telah dicekik sampai mati oleh seorang lelaki. Ternyata Rasulullah saw. menghalalkan darahnya. (Hadis ini juga diriwayatkan oleh Abu Dawud).

      2. (Abdullah bin Abbas berkata) bahwa ada seorang lelaki buta yang istrinya selalu mencela dan menjelek-jelekkan Nabi saw. Lelaki itu berusaha memperingatkan dan melarang istrinya agar tidak melakukan hal itu. Namun, ia tetap melakukannya. Pada suatu malam, istrinya mulai mencela dan menjelek-jelekkan lagi Nabi saw. (Karena tidak tahan) lelaki itu mengambil kapak dan dihunjamkan ke perut istrinya hingga mati. Keesokan harinya turunlah wahyu kepada Rasulullah saw. yang menjelaskan kejadian itu. Lalu beliau saw mengumpulkan kaum Muslim seraya bersabda:

      »أُنْشِدُ اللهَ رَجُلاً فَعَلَ مَا فَعَلَ لِي عَلَيْهِ حَقٌ اِلاَّ قَامَ«

      Dengan menyebut asma Allah, aku berharap, orang yang melakukannya, yang tindakannya itu haq (benar), berdiri.

      Kemudian (aku melihat) lelaki buta itu berdiri dan berjalan meraba-raba hingga tiba di hadapan Rasulullah saw. Lalu ia duduk dan berkata, “Wahai Rasulullah, akulah suami yang melakukan itu. Kulakukan karena ia selalu mencela dan menjelek-jelekkan dirimu. Aku telah berusaha melarang dan selalu mengingatkannya, namun ia tetap melakukannya. Dari wanita itu aku memperoleh dua orang anak (yang cantik) bagai mutiara. Istriku amat sayang kepadaku. Akan tetapi, kemarin kembali ia mencela dan menjelek-jelekkan dirimu. Karena itu, aku pun mengambil kapak sekaligus menebaskan dan menghunjamkannya ke perut istriku hingga ia mati.” (Mendengar itu) Rasulullah saw bersabda,

      »أَلاَّ اَشْهِدُوا أَنَّ دَمَّهَا هَدْرٌ«

      Saksikanlah bahwa darah (wanita itu) halal. (HR Abu Dawud dan an-Nasa’i).

      Nash-nash hadits tersebut menegaskan bahwa darah orang yang menghujat Nabi saw adalah halal. Dengan kata lain, hukuman atas orang-orang yang mencela, merendahkan, mengolok-olok, menghina ataupun menghujat Rasulullah saw. adalah hukuman mati! Hukum tersebut diucapkan oleh Rasulullah saw. secara langsung, bukan pendapat (ijtihad) para fukaha maupun ulama. Dengan kata lain, hukumannya pasti (qath‘î), tidak berubah.

      Islam menggolongkan para pencela, pengolok-olok, dan penghujat Nabi saw sebagai orang yang kafir. Allah Swt. berfirman:

      ﴿لاَ تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ﴾

      Tidak usah kalian meminta maaf, karena kalian kafir sesudah beriman. (QS at-Taubah [9]: 66).

      Bahkan, lebih dari itu, Islam nyata-nyata menolak tobat (permintaan maaf) mereka—seandainya mereka bertobat atas hujatannya terhadap Rasulullah saw. Hal ini menunjukkan kekhususan atas hukum orang yang mencela atau menghujat Nabi saw. Artinya, meskipun orang-orang yang menghujat Nabi saw. itu bertobat dan meminta maaf, maka tetap atasnya diberlakukan hukuman mati! Allah Swt. menjelaskan penolakan tobat (permintaan maaf) mereka di dalam firman-Nya:

      ﴿سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَسْتَغْفَرْتَ لَهُمْ أَمْ لَمْ تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ لَنْ يَغْفِرَ اللهُ لَهُمْ﴾

      Sama saja bagi mereka, kamu memintakan ampunan atau tidak bagi mereka. Allah tidak akan mengampuni mereka. (QS al-Munafiqun [63]: 6).

  3. Ini tidak bisa dibiarkan. Mereka sudah menghina rasulullah, yang berarti menhina semua Umat Muslim. Semoga mereka mendapatkan hidayah sehingga mereka berbalik mencintai Rasulullah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: