Mbah Surip

Mbah Surip ketika masih muda
Mbah Surip ketika masih muda

Dua hari yang lalu saya menulis tentang lagu patologis yang salah satunya contohnya adalah lagu Mbah Surip. Tadi saya dikejutkan oleh berita bahwa Mbah Surip telah meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilayhi roji’un. Satu kompleks di sekitar tempat kosku  jadi ribut membicarakan Mbah Surip. Milis yahoo group PPDS I MKDU FK Unair juga membahasnyan. Beliau menutup mata di usia 60 tahun (kalau memang benar tahun kelahirannya 1949).

Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Hidup yang bermakna adalah hidup yang menghasilkan buah karya. Itulah Mbah Surip yang tinggal nama dan karyanya yang tesisa di dunia ini. Beliau mendahului kita semua yang antri di belakangnya menuju alam barzak. Dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi, Mbah surip pernah mengatakan ” Manusia itu akan mati sendiri-sendiri” dan setelah mati hanya ada 2 hadiah, syurga atau neraka. Yah, tatkala  kita mati, semua memang akan sendiri-sendiri mengahadapi sekaratul maut dan sendiri-sendiri mempertanggung jawabkan semua amal perbutan kita selama di dunia.

Nama asli beliau adalah Urip Aryanto yang kemudian dipanggil dengan Mbah Surip. Menurut si Mbah yang punya nama, huruf  “S” di depan “Urip” punya filosofis sendiri. Mbah Surip belajar ‘S’alah bukan bukan belajar dari kesalahan. Belajar untuk benar itu mudah, yang sulit adalah belajar untuk salah. Makanya tidak heran bila penampilan dan syair lagunya banyak yang salah :-). Rambut gimbal sejak tahun 1985, sampo rambut dengan sampo kucing Anggoro dan Rinso, minum kopi sampai 20 gelas perhari (saya juga pecandu kopi, tapi paling banyak 5 gelas perhari :-)).  Sosok yang menurut sebagian orang aneh dan misterius.

Ajal telah tercatat di Lauhul Mahfuz sebelum kita kita dilahirkan di dunia ini. Penyebab kematian tentu saja ajal yang sudah waktunya menjemput. Menurut dugaan sementara Mbah Surip mengidap penyakit jantung, sehingga mungkin penyakit itu yang mengantarkan beliau pada kematian.  Kebiasaan merokok sampai 3 bungkus perhari dan minum kopi sekitar 20 gelas perhari di usia tua seperti Mbah Surip meningkatkan resiko menderita penyakit jantung koroner sehingga bisa meninggal mendadak.

Rencananya Mbah Surip akan akan menggodok album religi dalam menyambut bulan Ramadhan. Yah.. manusia hanya bisa merencanakan, Allah azza wa Jalla yang menentukan. Kita hanya bisa mendoakan semoga segala amal kebajikan beliau diterima disisi-Nya dan diampuni segala dosa dan kesalahannya. Semoga kita semua bisa tetap tertawa seperti ketika Mbah Surip hidupkarena menurut beliau tertawa itu sehat.  I Luv U Full….. Ha..ha.. ha..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: