Cinta di balik Kurma

kurmaBateelPerlahan aku membuka kotak kecil yang berisi kurma dengan kacang almond di dalamnya tatkala pesawat yang saya tumpangi menuju Surabaya transit di kota Batam. Aku memang sudah lapar. Maklum di pesawat Lion Air, tidak ada lagi snack gratis. Semua mesti dibeli. Istriku memberiku bekal kurma isi kacang almond kesukaannya. Kurma ini sebenarnya telah lama diimpikan oleh istriku. Setiap membuka internet istriku selalu mencari dimana bisa diperoleh kacang kurma isi kacang almond ini. Bahkan di banyak pembicaraan, selalu berakhir dengan pencarian kurma itu. Pencarian itu berlangsung sampai beberapa bulan. Katanya dulu dia pernah menikmati jenis kurma seperti itu dari temannya yang memiliki saudara yang bekerja di Timur Tengah.

Istriku sebenarnya sudah minta tolong juga saudara temannya yang bekerja di Timur Tengah itu untuk dibelikan kurma itu jika nanti pulang ke Indonesia saat lebaran. Bahkan jika ada orang yang mau ke tanah suci untuk berhaji atau umroh, dia akan memesannya. Namun akhirnya beberapa waktu kemudian saya menemukan jenis kurma itu di Plaza Senayan City Jakarta. Itupun setelah beberapa kali bolak-balik Jakarta baru dapat. Sepertinya banyak peminatnya dengan stok yang terbatas. Pemilik toko (kalau tidak salah toko Bateel) mesti memesannya dari Timur Tengah.

Saking sukanya, istriku memakan kurma itu dengan sangat irit. Maklum jumlahnya sedikit. Sayapun sangat suka kurma itu. Namun tatkala saya akan berangkat meninggalkannya untuk sementara, ia malah memberikan semua kurma itu padaku sebagai bekal diperjalanan. Dia tahu saya paling malas makan dan sedikit makan. Sampai-sampai saya harus disuapi tiap kali makan. Saya melihat cinta yang mendalam dari matanya yang bening tatkala tiap suapan nasi itu terjulur padaku. Saya sangat jarang menyukai suatu jenis makanan, namun sepertinya istriku tahu saya sangat suka kurma itu.

Sesuatu yang sudah berbulan-bulan ia impikan dan ia cari, namun semua diberikan padaku. Dan dia tidak mau saya tinggalkan sebagian untuknya. Aku begitu terharu… aku melihat butiran-butiran cintanya dibalik kurma isi kacang almond itu. Aku hanya bisa merangkulnya perlahan.Sudah terlalu banyak pengorbananmu untukku, termasuk untuk hal-hal yang ‘kecil’ seperti ini. Betapa beruntungnya aku memilikimu.. Perlahan pesawat meninggalkan Bandara Hang Nadim Batam… Renyahnya kacang almond dalam kurma membawaku menghayalkan senyum khas istriku dengan lesung pipinya yang begitu manis. Dikala aku menemuimu nanti.. tak gendong kemana-mana.. I LUV U FULL…

Kurma isi almond di toko Bateel, Plaza Senayan City

Kurma isi almond di toko Bateel, Plaza Senayan City

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: