Jangkrik dan Teroris

“Jangkrik…!!!”

Tatkala ada hal yang tidak disenangi atau tidak diinginkan terjadi maka keluar umpatan dengan menyebut nama salah satu spesies serangga yang sering ribut di malam hari yakni jangkrik. Umpatan tersebut saya dengar dari beberapa teman di Surabaya. Saya pernah menanyakan kok jangkrik yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kesialan atau hal yang tidak menyenangkan yang diterima langsung dengan latah menyebut nama jangkrik ??? Namun sampai saat ini saya belum menemukan jawaban yang memuaskan.. Apa karena jangkrik sering membuat keributan ?? Padahal masalahnya bukan pada jangkrik dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan jangkrik.

Demikian pula tatkala ada keributan atau kekacauan seperti pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz Cartlon yang baru-baru terjadi, beberapa kalangan ada yang  langsung latah menyebut kelompok Islam sebagai biangnya. Padahal bisa saja tidak ada hubungannya sama sekali. Masih banyak kemungkinan lain yang bisa terjadi. Kalaupun itu dari kelompok Islam, tadi tidak berarti bahwa Islam merestui cara-cara seperti itu. Karena membunuh tanpa alasan yang haq, merusak fasilitas umum, gedung dan sebagainya tidaklah dibolehkan dalam Islam.

Kata teroris seolah-olah sudah mejadi atribut Islam, padahal banyak teroris/pembunuh lain yang lebih biadab dari yang dilakukan leh kelompok2 Islam yang tidak bertanggung jawab tersebut.  Amerika, Israel, China pada dasarnya adalah  negara teroris (terrorist state) yang lebih biadab. Kalau Bom JW Marriot dan Ritz Cartlon  hanya menewaskan banyak 9 orang, namun berapa nyawa yang melayang akibat tindakan terorisme yang oleh ketiga negara tersebut?

Amerika banyak membunuh warga sipil yang tidak berdosa di Irak,  Afghanistan, dan Pakistan. Belum lagi korban yang berjatuhan akibat tindakan adu domba antara sunni dan syiah yang dilakukan oleh Amerika. Berapa banyak nyawa penduduk Gaza yang mesti melayang akibat kebiadaban Israel ?? Berapa banyak warga Xinjiang yang tewas akibat kekejaman China? Aneh…. membesar-besarkan berita teroris kelas teri, tapi menutupi kebiadaban sendiri. Bahkan sampai hari ini media-media besar di China masih membicarakan peristiwa bom di Jakarta, namun peristiwa Xinjiang seolah tidak ada beritanya sama sekali.

Saya pikir pemerintah juga perlu introspeksi diri mengapa kejadian biadab seperti ini kembali terulang? Mengapa kepentingan, warga,  dan simbol Amerika yang menjadi sasaran utama ? Apa karena kebijakan pemerintah yang  cenderung pro Amerika dan seolah-olah jadi negara boneka Amerika ?? Sudahkah negara memberikan kesejahteraan yang merata bagi rakyatnya ? Tindakan anarkis lebih mudah muncul dari mereka yang kurang sejahtera. Kita bisa membandingkan Brunei Darussalam yang sejahtera dengan Indonesia. Hampi tidak ada berita kekacauan sama sekali di negara tetangga kita tersebut ? Mengapa ?? Salah satunya karena kesejahteran.

Atau kebencian yang sudah teramat sangat beberapa kelompok Islam terhadap Amerika ??  Amerika seolah-olah menghalalkan darah umat Islam (sipil) di banyak belahan dunia. Makanya tidak heran kalau ada kelomok Islam yang juga menghalalkan darah orang Amerika di belahan dunia manapun.

Harus diakui bahwa memang Amerika menindas umat Islam di banyak negara dan perang melawan melawan terorisme (war on terrorism) yang didengungkan oleh Amerika pada dasarnya adalah perang terhadap Islam. Walaupun proganda itu gagal, namun sebagian besar umat Islam sudah terlanjur benci pada Amerika. Amerika dan antek-anteknya memang sengaja menebarkan benih kebencian pada Islam yang membuahkan  kebencian umat Islam pada Barat dan Amerika. Upaya AS untuk mengawinkan Islam dan Barat sepertinya gagal total. Masih ingat iklan-iklan beberapa waktu yang lalu yang menampilkan kehidupan warga muslim di Amerika ? Usaha untuk menampilkan Islam versi Barat ternyata tidak berhasil. Islam dan Barat tetap berada di dua kutub yang bertolak belakang.

Sekali lagi bahwa tidak ada satu agamapun (termasuk Islam) di dunia ini yang menghalalkan tindakan biadab seperti pengeboman terhadap orang-orang tidak berdosa. Namun mari kita berpikir kontralateral. Jangan hanya menyalahkan para pengebom, tapi juga mencari penyebab mengapa mereka melakukan tidakan seperti itu. Sehingga kejahatan selanjutnya bisa dicegah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: