Pemimpin menyebarkan keresahan pada masyarakat?

Idealnya seorang kepala negara akan memberikan rasa aman kepada rakyatnya. Walaupun keadaan negara sudah sangat genting seorang negarawan harus bisa menenangkan rakyatnya. Namun di negeri yang kita cintai ini sepertinya sikap pemimpinnya malah menakut-nakuti rakyat dan melontarkan pernyataan yang menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Apakah hal ini merupakan suatu intrik politik menjelang penghitungan akhir hasil pemilihan presiden atau pertunjukan sikap yang kurang dewasa dan terburu-buru dalam mengambil kesimpulan sebagai seorang negarawan, atau perwujudan sifat asli seorang SBY sebagai seorang yang melankolik dan sinetrois? Masalah bom JW Marriott dan Ritz Cartlon ini nampaknya diperluas dan didramatisir serta terkesan dipolitisir.

Dalam hal ini ada beberapa hal yang menjadi sorotan para pengamat mengenai sikap SBY yang agak ‘aneh’ belakangan ini  dan terlalu cepat mengambil kesimpulan sebelum ada bukti yang resmi dan akurat. Presiden menyebarkan rahasia intelijen yang seharusnya jadi rahasia negara tapi diungkapkan di depan umum. Saya kira memang tidak perlu menunjukan gambar diri sendiri yang jadi sasaran tembak teroris, tapi yang penting adalah menangkap pelakunya.. Rakyat tidak perlu tahu hal itu karena bisa membuat mereka resah dan takut. Apakah tidak lebih baik  mengintrospeksi diri sendiri kenapa jadi sasaran tembak? Sudahkah rakyat diberikan keadilan dan kemakmuran yang merata ? Resiko pemimpin negara memang seperti itu. Soekarno malah mengalami 23 kali rencana pembunuhan mulai dai perencanaan sampai eksekusinya.

Ada yang mengatakan presiden memperluas masalah dengan mengatakan bahwa perisiwa ini ada hubungannya dengan pihak-pihak yang tidak puas atau kecewa dengan hasil pemilu. Walau kemungkinan itu bisa saja ada. Namun bukankah pernyataan seperti ini akan memperkeruh suasana dan menciptakan keadaan saling mencurigai antar elit politik? Sangat disayangkan apabila pemilu yang damai ini diakhiri dengan sikap permusuhan dan saling curiga antar capres dan cawapres. Hal ini jelas mendapat respon yang keras jadi tim kampanye Mega Prabowo dan JK-Wiranto. Kalau sudah jelas orangnya kenapa tidak langsung ditangkap.

Saya percaya bahwa mungkin tidak ada maksud SBY untuk menakut-nakuti rakyat seperti saya (yang memang dari sononya penakut) dengan menunjukkan gambar-gambar dirinya sebagai sasaran tembak atau mengatakan adanya drakula penyebar maut. Beliau melakukan hal itu mungkin agar kita semua lebih waspada terhadap bahaya yang mengancam dan lebih siap menghadapi segala kemungkinan buruk yang terjadi .Kita mesti bersyukur juga memiliki presiden seperti beliau yang begitu sayang dan khawatir akan keselamatan rakyatnya.

Bagi saya yang hanya bisa berkomentar tentang apa yang terjadi saat ini hanya bisa berharap aparat hukum negeri yang indah ini segera bisa mengungkap segalanya. Kalau segala sesuatunya seudah jelas dan terbukti, barulah dikeluarkan penyataan resmi. Semoga damai ini tetap indah… Saya juga MENGUTUK KERAS peristiwa pengeboman ini… Itu adalah tindakan yang TIDAK BERADAB dan TIDAK BISA DITOLERANSI oleh HUKUM dan AGAMA apapun.

Iklan

6 Tanggapan

  1. Tampaknya pak SBY dikelilingi para opportunis hehehe..

  2. SETUJU…!!!!! HEHE…

  3. Hentikan Diam Kita, Tolak Kekerasan!
    Duka cita yang dalam.
    Bunga Bukan Bom….
    Kasih Bukan Kekerasan….

    Pembunuh-pembunuh itu memang pengecut. Tapi kita mestinya juga tegas menolak siapa pun yang mempolitisir musibah ini untuk kepentinganya, alias memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Mereka sama pengecutnya. Dalam kasus bom ini mereka sama-sama berlaku pengecut, yang pertama pengecut dan pembunuh, yang kedua pengecut dan pembohong…….

    Jangan dilupakan pula kita mesti melawan kekerasan oleh negara dan kekerasan sistimik/struktural karena tatanan sosial ekonomi yang tidak adil…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: