Rindu di Ujung Malam

Hidup tidak selalunya indah.
Langit tak selalu cerah.
Suram malam tak berbintang.
Itulah lukisan alam.

Lirik nasyid lawas Hijazz itu mengantarku ke ujung malam yg sepi. Orang bilang hidup memang seperti itu. Tak selamanya bahagia. Tak selamanya jg akan sengsara. Suka dan duka mesti silih berganti. Bila duka selamanya, itu namanya kemalangan. Bila senang tak berujung, itu namanya syurga dunia. Namun mesti waspada pada nikmat dunia krn bisa menuntun kita ke arah kelalaian akan kehidupan akhirat.

Penantian yang berkepanjangan adalah hal cukup menyengsarakan. Menunggu pertemuan kembali adalah pekerjaan yang berat dan menegangkan. Namun bisa juga menjadi hal yang membahagiakan bila kita menikmati penantian itu dan mengisinya dengan hal2 yang bermanfaat. Namun secara jujur kukatakan, amat sulit untuk menikmatinya. Kadang malah menyiksa… Perpisahan yg berat, namun harus dijalani kembali demi menggapai sebuah mimpi. Aku hanya bisa menyemangati diri sendiri agar bisa menjalaninya. Ruang kembali memisahkan cintaku…

Hari-hari terasa begitu lama untuk dilewati. Apakah sehari telah berubah jadi 48 jam ? Sepertinya tidak, tapi kadang saya merasa seperti itu. Waktu seakan merangkak seperti siput yg ingin melewati jembatan Suramadu. Rindu yang membuncah seakan tak terbendung. Andai aku bisa, aku akan menggulung waktu kedepan dan memotong pita perjalanan hidupku untuk beberapa waktu. Jika Doraemon ada di sini, aku akan memintanya untuk meminjamkan mesin waktu atau pintu ajaib miliknya. Ingin rasanya raga ini terbang ke suatu tempat walau tanpa baling-baling bambu. Menemui seseorang yg membuat hidupku indah dan penuh warna. Istriku… kurindu padamu…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: