Memilih karena Rasa Kasihan ??

Sepertinya rasa kasihan yg dimiliki oleh rakyat Indonesia masih begitu besar. Hal ini diketahui oleh byk orang dan dimanfaatkan oleh sebagian orang. Lihatlah betapa byk pengemis yg bisa hidup di negeri ini atas rasa kasihan orang lain. Bahkan karena omzetnya yg cukup besar maka pengemis dijadikan lahan bisnis. Acara2 di tivi yg mengekspose penderitaan masih bisa meraup byk penonton dan simpati. Di acara reality show seperti “Toloong” tidak terlalu sulit menemukan orang yg kasihan pd orang lain. Kontes ‘jadi bintang’ atau ‘idols’ seperti AFI, Kdi, Jadi Seleb, dll.. dibumbui dgn menampilkan sisi ‘kasihan’ dalam hidup sang calon bintang agar menarik byk simpati dan dukungan sms pemirsa. Penderitaan dan masa lalu yang pahit sang calon bintang jadi dagangan yg laku untuk memperoleh dukungan sms.

Dalam beberapa pilpres yg sempat sy amati, tim suksesi kampanye jg memanfaatkan rasa kasihan yg dimiliki rakyat untuk tertarik kepada calon tertentu. Ketika Megawati dulu terpilih jadi presiden, sebenarnya tidak luput dari suksesnya media dan tim kampanyenya memposisikan Megawati sebagai pihak yg terzholimi. Sehingga byk orang yg kasihan dan memilih beliau. Demikian pula ketika SBY di tahun 2004 terpilih jadi presiden tidak lepas dari upaya menempatkan SBY sebagai orang yg terzhalimi dan teraniaya.

Di pilpres kali ini ‘trik’ itu sepertinya akan diulangi lagi oleh tim suksesi capres-cawapres tertentu. Tampak jelas dari upaya mereka untuk menciptakan sosok capres-cawapres dalam posisi terzholimi. Baru-baru ini polisi telah membuktikan bahwa penyebaran selebaran saat kampanye JK di Medan yg berisi bahwa istri Boediono bukan muslim ternyata atas suruhan kader Demokrat sendiri (Kompas.com,28/62009). Awalnya tim kampanye SBY Boediono menuding tim kampanye JK-Wiranto yg melemparkan kampanye hitam dan meminta JK minta maaf. Bukannya menuntut media yg menerbitkan tulisan tersebut. Sejak awal sdh ada yg janggal dgn isu ini. Kok mereka tidak menuntut langsung media yg menerbitkan tulisan itu ? Itukan isu yg sangat sensitif ? Apa karena mmg itu benar adanya?

Namun sesuatu yang busuk memang sulit untuk disembunyikan. Suatu saat pasti tercium juga. Ada upaya yg terencana untuk menempatkan SBY-BOEDIONO sebagai kandidat yg terzholimi. Demi menarik simpati dan rasa kasihan dari rakyat ? Apalagi kalau bukan untuk itu. Rakyat Indonesia memang msh bgtu mudah dipancing rasa kasihannya dan kemudian terdorong untuk mendukung capres-cawapres yang dikasihaninya. Sy pikir pemilih cerdas masih blm byk jumlahnya di negeri ini. Kebanyakan orang memilih karena alasan lain. Bisa karena ikatan kedaerahan, ikatan emosional dan rasa kasihan, melihat figur, diberi uang sblm pemilu dll. Orang yg memilih dgn cerdas, logis, dan ideologis kayaknya msh bisa dihitung dgn kalkulator hp.

Bgaimana jadinya bangsa ini jika para pemimpinnya dipilih karena rasa kasihan? Sy khawatir bangsa ini tetap akan menjadi bangsa yg hidup dari rasa kasihan Bank Dunia, IMF, ADB, atau lembaga/negara donor lainnya.. Tp Semoga tidak..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: