Bukti Film Islami Bisa Menggeser Film Seks dan Horor

Rasa syukur yang tak terkira segera terucap dari mulut sutradara KCB, Chaerul Umam. Saat diminta komentar atas keberhasilan film yang diadaptasi dari novel besutan Habiburrahman al-Sirazy ini, ia hanya menjawab pendek.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi terhadap film Ketika Cinta Bertasbih (KCB),” ujarnya pada  www.hidayatullah.com.

Menurut sutradara film Al-Kautsar (1977) ini, keberhasilan tersebut membuatnya semakin optimis, bahwa film berkualitas dan islami lebih diminati masyarakat ketimbang film berbau horor dan seks. “Saya menjadi semakin optimis dengan film bergenre islami” ujarnya. Ia berharap, hal itu akan menstimulasi para sineas lainnya agar menggarap film yang berkualitas.

Menurutnya, ini juga sebagai bukti bahwa film-film bertemakan edukasi bisa diminati orang tanpa harus berbau buka-bukaan.  Chaerul Umam sempat menyebut beberapa film Indonesia yang menurutnya sangat berkualitas. Sedang film lainnya hanya bisa dihitung dengan jari. “Paling ada satu dua tiga, seperti film Laskar Pelangi dan Nagabonar, yang lainnya masih jauh,” ungkapnya.

Sutradara kawakan ini juga menilai bahwa hal itu terjadi lantaran para sineas yang suka berfikir pragmatis, cepat selesai, murah dan laris. Mereka kemudian mengangkat tema-tema yang kurang edukatif dan minim pesan moral, seperti film pocong (horror), dan film yang mengadegankan konflik-konflik murahan.

Menurutnya, jika ingin membuat film berkualitas setidaknya harus ada pesan moral dan pengadeganan yang baik.

“Tidak harus bernuansa islami melulu, tapi juga pendidikan, seperti Laskar Pelangi,” jelasnya. Ia menambahkan, jika ingin film memiliki kualitas tinggi, maka harus melakukan observasi dan riset. Tentu, membutuhkan biaya yang tidak sedikit, ujarnya . [ans/www.hidayatullah.com]

Iklan

4 Tanggapan

  1. jadilah penonton dan pembuat film yang bernilai moral bagi semua yang menonton dan pembuat film. hhhee. 😀

  2. assalammualaikum,
    saya snang ktika nonton KCB, mmang luar biasa.. bkn krna itu aj, sya jg malah smakin bangga sbagai remaja muslim, rta2 penghuni bioskop itu kbanyakan anak gaul smua, kmarin itu sya ma tman2 lainnya brbondong-bondong msuk 21 dgn pakaian muslim… bioskop yg tdinya dpenuhi ank gaul, skarang jd anak sholeh.. heeheh.. amiiinn..
    smoga film2 bernuansa islam terus berkembang, dan banyak dinikmati masyarakt,,
    blog bpak bagus, bnyak artikel yg bagus2,
    silahkan mampir ke blog saya
    http://dymash.wordpress.com

  3. film islami indonesia?

    ya, semoga aja deh..

    keqnya saya masghul..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: