JILBAB UNGU ISTRIKU…

Pagi yang cerah, hari itu tanggal 14 Februari 2005. Pagi-pagi sekali aku sudah mandi, memakai pakaian yang paling bagus (menurut saya, walau menurut orang lain itu kompor-kombinasi pongoro/gila.hehe), trus berangkat ke Kandea dimana koas Fakultas Kedokteran Gigi Unhas paktek. Jantungku  berdetak lebih kencang dari biasanya, padahal saya tidak minum kopi sama sekali. Aku ingin menemui seseorang yang kemarin aku jumpai pertama kali di sebuah masjid di Jln. A.P. Pettarani bersama kakak kandungnya. Masjid itu telah menjadi saksi pertemuan pertamaku dengannya. Huh.. kemarin pun sy grogi stengah mati, sampai2 saya lupa bawa dompet. Hari ini terulang lagi. Telapak tanganku berkeringat basah..

Terlalu pagi sy tiba di Kandea dan belum ada ada orang. Menunggu di sebuah warung yang belum buka sambil menantikan kehadiran dirinya. Serr… darahku serasa berdesir, frekwensi jantung meningkat drastis tatkala sesosok gadis manis berjilbab ungu muda masuk ke pintu gerbang. Aku seakan tak sanggup menemuinya. Namun aku harus berjumpa dengannya. Waduh.. lesung pipi itu :-).  Senyumnya.. Semoga aku tidak bermimpi. Terlalu manis untuk dilewatkan. Aku tak bisa berbicara banyak.  Aku hanya bisa menyodorkan sebuah bingkisan berisi buku yang isinya adalah apa yang  ingin kulakukan untuknya “Menjadi Wanita Paling Bahagia” dan 2 tablet Vitacimin yang akan kami makan bersama tatkala nanti ia sudah resmi jadi milikku. “Minggu depan aku melamarmu..! “

Tak terasa, kejadian itu tlah 5 tahun berlalu. Kini sang pemilik lesung pipi manis itu telah menjadi milikku seutuhnya. Aku selalu berusaha menjadikannya sebagai wanita yang paling bahagia di dunia (sampai di akhirat kelak) sebagaimana judul buku yang pernah aku berikan kepadanya. Ya Allah…Semoga ia selalu bahagia bersamaku. Jilbab ungu muda itu masih sering dipakainya, walau sudah kelihatan agak lusuh dan warnanya memudar. Tapi senyum manisnya tidak pernah pudar, lesung pipi itu masih seperti dulu. Senyum yang mampu membuatku amat bahagia dan menghilangkan penat yang kurasakan. Memberi semangat pada jiwaku yang kadang kerontang.

Aku baru menyadari, sdh terlalu banyak pengorbanannya untukku.. Semoga aku bisa memberikan yang terbaik juga untuknya. Termasuk membelikan jilbab ungu baru :-).. Never stop smiling my honey. I luv u ~

Notes : pongoro (bahasa makassar ) = gila, Jilbab =baju kurung/terusan.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. weih..kisah yang inspiratif…keep update ya…disini memantau …salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: