Caleg Gila

Barusan sy ditelpon salah seorang wartawan harian lokal yg menanyakan apakah ada caleg yg mengalami gangguan jiwa berkunjung ke klinik atau puskesmas. Wah… Dasar wartawan malas, kalau mau berita cari sendiri dong.. Hehe.. Caleg gila atau keluarga/pendukung caleg yang stress sepertinya akan menjadi berita heboh di  banyak surat kabar stelah pemilu legislatif ini. Ada beberapa hal yg mungkin bisa membuat caleg bisa gila atau stengah gila.
1. MOTIVASI MATERI/Finansial tatkala ingin menjadi caleg. Mayoritas caleg terutama yang di tingkat kabupaten/kota menjadikan caleg sebagai lahan untuk mencari mata pencaharian atau untuk melancarkan bisnis. Sehingga tatkla mengalami kerugian yang luar biasa bahkan bangkrut. Sangat jarang motivasi ideologis maupun untuk memperjuangkan rakyat.
2. Menghamburkan uang yg terlalu byk agar dipilih jd anggota legislatif. Kemudian bangkrut, lalu bisa gila.. Hehe..
3. Merasa ditipu oleh tim suksesi atau calon pemilihnya.
Tim suksesi atau konco-konco caleg ternyata berkhianat, bahkan mungkin menjadi tim suksesi ganda untuk beberapa caleg, tergantung siapa yang memberikan uang lebih banyak, itu yang dipilih.
4. Terlilit utang stelah pemilu. Utang baliho, serangan fajar, atribut, dll yang diharapkan dapat dibayar setelah terpilih ternyata akan sangat sulit untuk dibayar karena tidak terpilih.
5. Anggota keluarga yg gagal jadi anggota legislatif. Banyak juga yang stress karena anggota keluarganya tidak lolos jadi anggota legislatif, bahkan ada juga tim suksesyang gantung diri karena caleg yang didukung tidak terpilih. Aneh…
6. Sesumbar akan menang sblm pemilu. Mereka yang sombong dan sesumbar namun tidak terpilih bisa menjadi stressor berat.
7. Pribadi caleg yg memang rentan terhadap stress.
Ada tipe kepribadian tertentu yang memang sulit untuk beradaptasi dengan stressor berat, sehingga mudah untuk depresi bahkan gila. Apalagi para caleg kita mayoritas adalah tipe pencari kerja. Tatkala gagal, stress luar biasa 🙂

Potret caleg yg stress merupakan salah cermin masyarakat dan calon politikus yg melihat peluang jd caleg sbagai salah satu sumber mata pencaharian dan prestise bukan untuk memperjuangkan idealisme atau kepentingan rakyat. Sehingga tatkala gagal, kekecewaan berat menimpa mereka sehingga menjadi stressor yg bisa memicu depresi dan bahkan bisa gila.

Bagi mereka yg sdh mapan dlm hal ekonomi, kegagalan jadi anggota legislatif mungkin tdk akan membuat depresi berat. Contohnya para artis yg memang hanya mencari prestise.

Iklan

2 Tanggapan

  1. semoga caleg2 kalah tetap tabah dan berjiwa besar menerima kekalahannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: