Mimpi jadi Urolog

Rencananya neh, tanggal 1 – 8 April taon ini saya ikut ujian masuk spesialis Urologi di FK Unair Surabaya. Kalau ada yang bertanya padaku mengapa aku memilih urologi, jawabanya banyak.

1. Dari sekian banyak program spesialis-setelah berpikir mendalam dan pengalaman di lapangan setelah empat tahun lebih jadi dokter umum, sy paling tertarik pada Urologi . Kalo ditanya lagi kenapa tertarik ? Sy tidak tahu jawabannya.. Namun banyak hal yang membuat saya tertarik. Kayaknya Urologi itu seru skali !! Pokoknya saya suka Urologi. Lho kok ? Mungkin seperti orang yang jatuh cinta. Kadang alasannya tidak pake logika. Seperti lagu Agnes Monika : Cinta itu kadang2 tak ada logika. Namun bukti cinta itu mesti ada. Makanya sejak tahun lalu saya langganan newsletter urologi dari Medscape/Emedicine. Perkembangannya cukup mencengangkan. Pokoknya sy suka ilmunya. Sebenarnya saya juga ingin sekali ikut2 simposium atau seminar tentang urologi, namun karena jarak yang terlalu jauh dari pusat kota dan ibu kota, hasrat itu tidak kesampaian. Gak ada informasi sama sekali. Itulah resikonya tinggal di pedalaman. Ke ibukota propinsi saja bisa 10 jam perjalanan dengan mobil naik turun gunung. Huh…

2. Spesialis Urologi masih kurang di Indonesia. Bahkan di kawasan Aceh Barat Selatan tidak ada seorangpun Urologists. Di Sulwesi Tenggara-kampung halaman saya kayaknya juga belum ada- (bedasarkan informasi kawan saya yang baru2 operasi nefrektomi). Kalo gak salah baru 2 orang spesialis Urologi di NAD. Jadi peluang “usaha” itu masih ada. British Association of Urological Surgeons merekomendasikan 1 orang Urologist untuk 100.000 penduduk. Amerika Serikat masih 1 : 290.000. Jadi di sanapun masih dibutuhkan Urologists. Konon kabarnya, di Indonesia hanya ada 90 orang ahli urologi untuk 200 juta jiwa penduduk.

3. Saya paling suka menangani pasien yang tidak perlu banyak berbicara, hanya kerja dan tindakan. Saya lebih suka di UGD atau melakukan operasi2 kecil dibandingkan dengan harus berhadapan dengan pasien di poliklinik. Hehe… dulu di puskesmas dengan hampir 100 pasien perhari, namun sanggup juga walaupun hampir kehabisan air ludah…

4. Kasus gawat darurat tidak terlalu banyak di Urologi (dibandingkan dengan Bedah Saraf atau Ortopedi). Operasi bisa lebih banyak dilakukan dengan elektif. Jadi lebih santai dan lebih banyak waktu untuk keluarga dan agama :-).

Yah… semoga sy bisa lulus. Semoga harapan dan semangat serta motivasi masih tetap membara. Ya Allah berikanlah aku kemudahan untuk melalui ini semua. Hanya Engkau yang paling mengetahui apa yang terbaik untu hamba-Mu yang dhaif ini. Demi mimpi jadi urolog sy udah 3 kali saya bolak balik ke Nagan Raya (Aceh) – Surabaya demi sebuah mimpi yang semoga jadi kenyataan… Amin.

Iklan

12 Tanggapan

  1. amiiiinn.. semoga diberi yg terbaik ya, pak dok.. 🙂

  2. Aamiin..
    Kabarin ya kalo lulus.

  3. to BikPici dan K Asyikun NR
    Aamiin…
    Makasih doanya ya…
    Insya Allah saya kabari…

  4. mau ambil specialis di SBY yah pak ?? he he jng lupa kalau tanya jln saya siap membantu, kebetulan sy tinggal di sby…:) pis men pis

  5. “Saya paling suka menangani pasien yang tidak perlu banyak berbicara, hanya kerja dan tindakan”

    hmm
    sebenarnya dokter harus bisa membangun komunikasi dengan pasien,

    pertama mencairkan kebekuan
    sehingga bisa memperkecil jarak dan kekakuan
    guna mendapat kepercayaan

    setelah ada kepercayaan
    semoga pasien bisa lebih santai
    menyampaikan informasi yg mungkin penting

    atau bisa juga sang dokter dengan komunikasi yang baik, bisa menggali informasi dari pasien

    shg bisa di ketahui bgm gaya hidup,kondisi pasien

    info yg bisa menambah pengertian sang dokter thd pasiennya

    yg di harapkan bisa menjadi dasar pengambilan keputusan utk memberikan advice yg terbaik sesuai kondisi pasien masing-masing

    contoh:
    seorang ibu mengeluh sakit pada bagian bawah perut. dokter lalu bertanya, mencoba menggali fakta.

    di dapat fakta sebagai berikut:
    ibu ini tinggal di daerah xyz
    daerah ini kumuh
    airnya kotor, ibu ini tidak menggunakan air pam
    tapi air tanah, yg sudah tercemar bakteri e.coli.

    jadi meskipun sudah berkali2 berobat
    menkonsumsi antibiotik, sakitnya selalu kambuh

    dari fakta ini
    dokter menyarankan
    utk menggunakan air bersih
    atau tinggal sementara di rumah kerabat,yang mana airnya lebih bersih.

    dari contoh cerita ini
    semoga kita mengerti
    bahwa komunikasi itu sangat penting

    sukses buat anda

  6. selamat pak zabir..akhirnya mimpinya jd kenyataan..
    sampai ketemu tgl 5 juni
    😉

  7. Amiiii…..mudah2an sy bisa mengikuti jejakta untuk bisa menjadi seorang Urolog, karena daerah sy di Sulawesi Barat jg sangat membutuhkan seorang Urolog. Mohon doanya.Wassalam

  8. skg gimana dok? apa sudah masuk? aku mw tanya2 jg soalnya.. hehe..

  9. mas,saya fernando berniat untuk mendaftar urologi fk unair jalur mandiri…

    kira2 apa yang perlu saya persiapkan mas,apakah rekomendasi berpengaruh mas…?makasi sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: