Hidup untuk orang lain

Puluhan kunang2 beterbangan di depan mataku saat sy berusaha bangkit dari duduk. Badan terasa oleng, untung tak jatuh. Aku sdh kurang tidur lagi belakangan ini. Sibuk dengan pekerjaan yg pada dasarnya ‘hanya untuk orang lain’. Sehingga jumlah hemoglobin yg mengantarkan nutrisi dan oksigen ke kepalaku menurun. Akibatnya mata berkunang-kunang. Walau hakikatnya pekerjaan ini adalah untuk diri saya sendiri. Hidup adalah pekerjaan. Semua jenis pekerjaan seharusnya bernilai ibadah. Namun, kadang sy sadari pekerjaan yg sy lakukan kosong dari nilai ibadah karena hampa akan keikhlasan.

Salah satu kelemahan org yg berprofesi seperti saya adalah mudah untuk menolong orang lain, namun sering menemukan kesulitan untuk menolong dan menyelamatkan diri sendiri. Ketika orang datang untuk meminta pertolongan, begitu mudahnya tangan terjulur untuk membantu. Di saat pasien datang mengadukan berbagai keluhan fisik akibat penderitaan psikis yg menderanya, begitu mudah dan lihainya lisan memberikan solusi. Namun tatkala diri sendiri mengalami penderitaan, tak ada orang yg tahu dan bahkan tidak mau tahu apalagi mau memahami apa yg dirasakan oleh jiwa dan raga. Hehe…

Pernah suatu ketika saat hari raya sy menderita cacar air. Pasien tak berhenti datang ke rumah karena saat itu mmg lg tak ada dokter lain. Hampir semua pulkam. Sy sdh menjelaskan dan menunjukkan cacar sy pada mereka, namun ttp tdk perduli. Akhirnya sy tulis besar-besar di depan rumah :”MOHON MAAF, DOKTER SEDANG SAKIT, TIDAK BISA MELAYANI PASIEN”. Namun tulisan ini tidak juga mempan agar pasien tdk mengganggu sy. Akhirnya sy ganti tulisannya dengan :”MOHON MAAF, DOKTER SEDANG MENDERITA PENYAKIT MENULAR, TIDAK BISA MELAYANI PASIEN”… Ternyata frasa ‘penyakit menular’ membuat pasien takut jg :-). Namun byk juga pasien yg nyeletuk “Kok Dokter sakit ?” Dokter jg manusia. Tp kan dokter seharusnya tahu caranya spy tdk sakit.., Hehe.. Betul juga… Tp cacar kali ini kayaknya ditularkan oleh salah satu pasien sy bbrapa hr sebelumnya.

Namun, sy jg tidak menyalahkan pasien. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan membuat mrk berbuat seperti itu. Semoga Allah ttp memberikan kekuatan dan keikhlasan dlm menjalani profesi ini.

Iklan

3 Tanggapan

  1. renungannya bagus
    lam kenal

  2. sy pkir anda kesal dngn propesi anda.

  3. Hehe… kesal dengan profesi sih gak..
    TAPI KESAL SAMA PASIEN YANG GAK MENGERTI DAN MAU MENANG SENDIRI !!!!
    Makasih komen-nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: