Pengalaman tes TOEFL

Alkisah, brangkatlah sy untuk mendaftar PPDS di FK Unair. Ternyata syarat pertama untuk semua bagian adalah memiliki sertifikat TOEFL PBT dengan skor minimal 500. Bahkan ada bagian yg mensyaratkan skor TOEFL PBT 550.Wah.. Sy blm punya sertifikat itu. Sy pikir nanti saat seleksi nanti sekalian diujikan kemampuan bahasa inggeris.

Akhirnya ikutlah sy tes TOEFL versi UNAIR tanpa persiapan yg cukup :-). Lembaga bahasa Unair memiliki model tes tersendiri yg dinamakan English Language for Proficiency Test (ELPT) dengan skor maksimal 600. Hasil tes ELPT yg kedua cuma 470 😦 Waduh, blm cukup neh… Tapi kalo skor 470 dikonversi dari skor ELPT ke skor TOEFL PBT yg memiliki skor maksimal 677, hasilnya sekitar 500 skor 🙂

Sy sadari sy paling kurang di grammar dan listening. Belum lagi saat tes listening pake speaker biasa dengan suara yg agak super bass. Tidak pake headphone. Trus ketika lg ‘khusuk’ dengar percakapan di sesi listening, ada sms masuk yg sangat mengganggu suara speaker 🙂 Lengkaplah sudah kekalahanku. Makin tidak jelas apa yg diperbincangkan oleh orang Amerika itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: