Kesalahan-Kesalahan CPNS

Tes penerimaan CPNS sdh usai untuk formasi tahun 2008. Tinggal menunggu hasil ujian. Namun kadang penetimaan CPNS menyisakan banyak masalah. Ditambah metode rekrutmen yang sebenarnya perlu dievaluasi. Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan CPNS :

1. Tidak belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi tes penerimaan.
Banyak diantara calon peserta tes kurang maksimal belajar, bahkan ada yang sama sekali tidak belajar. Bagaimana mungkin akan menghasilkan hasil yang sempurna jikalau usaha tidak maksimal. Syarat untuk lulus adalah mengisi dengan benar sebagigian besar soal ujian. Kalau tidak belajar, akan jarang orang yang bisa menjawab soal dengan maksimal.

2. Sebagian menganut fatalisme.
Sering saya mendengar ungkapan ” Kalau memang saya akan lulus, pasti ada saja jalan untuk lulus” Atau “Kalau takdir saya lulus tes CPNS tahun ini, pasti saya lulus” Ungkapan ini biasanya dibarengi dengan malas belajar untuk mempersiapkan diri ikut ujian. Mana mungkin rezeki akan datang dengan sendirinya, walau setiap makhluk di atas muka bumi ini sudah dijamin oleh Sang Pencipta. Rejeki dan keberhasilan harus diusahakan.

3. Mengambil jalan pintas untuk lulus.
Jalan pintas yang dimaksud antara lain memberi uang sogokan atau upeti kepada pihak tertentu yang memiliki pengaruh untuk bisa meluluskan CPNS. Baik itu pejabat tinggi, anggota dewan, staf badan kepegawaian, dll. Hal ini merupakan bisnis ilegal dan kadang merupakan tindakan pemerasan kepada peserta tes. Ada beberapa kasus seseorang yang sebenarnya lulus tes penerimaan secara murni, namun tetap ‘diperas’ dengan cara membohongi peserta bahwa ia akan diluluskan apabila menyetor uang dalam jumlah tertentu. Selain ilegal dan tidak bermoral, cara ini jelas diharamkan dalam pandangan Islam.

4. Tidak mempertimbangkan kuota tiap jurusan yang diambil.
Kadang karena alasan kampung sendiri atau daerah sendiri, walau kuota suatu jurusan sangat minim dengan peminat yang membludak, tetap tidak bergeming untuk melirik daerah lain yang memiliki kuota lebih banyak pada jurusan yang sama dengan peminat yang sedikit. Sehingga kemungkinan untuk tidak lulus menjadi lebih besar.

5. Mengharap penuh untuk jadi PNS.
Sebagian besar sarjana masih berorientasi jadi pegawai negeri sipil. Sehingga tatkala gagal, kadang menimbulkan kekecewaan yang mendalam. Padahal jadi PNS bukanlah tempat satu-satunya untuk mengais rezeki Allah. Bahkan kalau ingin kaya sebaiknya jangan jadi PNS. Orang-orang terkaya di dunia bukanlah para PNS. PNS adalah tempat bagi orang-orang yang kurang kreatif, menginginkan pekerjaan yang biasa-biasa saja, dan ladang subur untuk KKN. Percayalah rezeki itu sdh pasti ada dan tidak mesti diperoleh dengan cara menjadi PNS..
Tp saya juga PNS lho :-)..

Iklan

3 Tanggapan

  1. menganggapi dari tulisan tsb saya sepakat dengan point 1-4, walaupun point tsb tdk berlaku buat semua orang yang mengikuti test. Menanggapi point ke 5 sebetulnya para sarjana bukan menjadikan orentasi utama untuk menjadi PNS, tapi justru mereka terkesan mengadu untung untuk mengikuti test PNS. jadi mengapa antara point 1-4 bisa diterima karena alasan itu. Dan kebanyakan yang saya tangkap para calon PNS yang ikut mendaftar tidak pernah mengalami kekecewaan yang terlalu berat karena kegagalan tsb.

  2. hmm… kadang menimbulkan kekecewaan… tapi tidak sering 🙂

  3. Kadang-kadang tapi sering, saya udah mengalami 9 kali kekecewaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: