Ciri-ciri Kemalasan Masyarakat di Aceh

Saat silaturrahmi di rumah salah seorang anggota kepolisian, beliau mengemukakan banyak hal tentang salah satu kultur yang ‘kurang baik’ di masyarakat Aceh. Budaya malas dan kurang inisiatif. Walaupun tidak semua orang seperti itu.

1. Warung kopi yang tumbuh bagai jamur di musim hujan. Orang-orang kadang nonkrong dari pagi sampe menjelang siang di warung kopi. Pegawai kantoran juga banyak yg keluyuran ke warung kopi saat jam kerja. Aceh adalah negeri dengan seribu warung kopi. Kopi seharusnya membuat semangat untuk bekerja tidak hanya menimbulkan euforia untuk ngobrol tanpa ujung.

2. Bila hujan walau gerimis, kantor libur secara tidak resmi. Hanya segelintir staf yang hadir.

3. Menambah liburan secara tidak resmi. Misal pada hari raya Idul Adha kali ini, seharusnya sdh masuk kerja hari selasa, namun sampai hari kamis-hari ini belum semua staf hadir ke kantor.

4. Masih banyak kutipan yang tidak resmi. Sebagian orang masih menginginkan sedikit kerja banyak uang. Makanya tidak heran bila pajak nanggroe masih ada…

Iklan

3 Tanggapan

  1. melihat tulisan di atas saya terigat cerita seorang sahabat yang kebetulan pernah bekerja hampir 1,5 tahun di aceh pasca tsunami dalam rangka pembangunan infrastruktur di sana. menurut ceritanya keadaanya seperti ini :

    1. Kehidupan laki-laki aceh yang suka nongkrong di kedai-kedai kopi pada jam-jam normalnya orang bekerja sambil ngobrol membuat keanehan tersendiri.

    2. Pada saat dia bekerja di salah satu contractor untuk pembangunan di sana hampir semua karyawan bukan dari penduduk asli aceh. Alasan mengapa mereka tidak memperkerjakan penduduk di sana karena menurut penilaian mereka penduduk lokal cenderung lambat dan kurang inisiatif (=kata orang kita lemot) hal ini menurut salah satu cerita juga karena budaya orang aceh yang terbiasa hidup tanpa terikat dengan suatu perusahaan (mereka pada umunya lebih suka mengolah usaha sendiri)

    3. Tapi ada cerita yang menarik mengenai angka kriminalitas yang rendah. Dihampir sebagian kota besar ibarat meletakan sepeda motor tanpa parkir yang jelas dalam jarak 5 menit bisa hilang, di Aceh biarpun seharian di jalan umum aman tanpa ada cacat sampai pemilik dapat mengambilnya kembali. 🙂

    Masalah point2 keakuratan cerita tersebut saya juga kurang mengetahui tapi menurut cerita seorang sahabat yang pernah merantau begitulah keadaanya.

  2. Walau Aceh barusan dilanda konflik namun bagi sy Aceh adalah daerah yang paling damai.

  3. Ah koq bisa dok? Orang simpan kendaraan semalaman tanpa dijaga, ga ada yang ambil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: