Bahaya Pornografi

Pornografi memang telah merajalela dimana-mana. Gambar-gambar gadis yang hampir bugil, gadis telanjang, adegan foto dan video mesum dapat kita dapati dengan mudah dan diakses oleh semua orang dan golongan umur. Semua orang mungkin sudah mafhum akan bahaya pornografi. Namun aneh bin ajaib, tatkala pemerintah akan mengatur dan memberantas pornografi ini, segelintir kalangan yang seolah-olah “mayoritas” seakan berteriak sekuat tenaga untuk menghadang undang-undang tersebut. Padahal jumlah mereka sangat sedikit. Mereka berasal dari industri pornografi, media cetak dan elektronik, kaum liberal dan islam fobia. Mata hati mereka telah tertutup oleh sogokan materi dan kerancuan berpikir. Sebuah komunitas Kristen di Long Island New York (www.Liccv.org) pernah menyebarkan sebuah tulisan tentang bahaya pornografi bagi umat manusia. Mereka sangat prihatin pada kultur mereka yang didominasi oleh kebebasn seksual. Riset telah menunjukkan bahwa pornografi dan pesan di dalamnya membentuk sikap dan mendorong perilaku yang dapat merugikan individu pengguna dan keluarga mereka.Negeri Cina saja yang jelas-jelas komunis (tidak percaya Tuhan) memiliki regulasi yang ketat terhadap pornografi. Berikut ini beberapa bahaya pornografi yang sudah terbukti dalam masyarakat :

1. Ketagihan Seks

Di kalangan remaja yang ketagihan seks, usia rata-rata saat mereka pertama kali bersentuhan dengan pornografi (majalah, internet, dll.) adalah 11 tahun. Banyak studi yang menemukan bahwa pornografi sangat menimbulkan kecanduan. The National Council on Sexual Addiction Compulsivity memperkirakan bahwa 6-8 % orang Amerika kecanduan seks. Kalo orang Indonesia bagaimana ya ?? Kayaknya lebih tinggi 🙂 Dr. Victor Cline, seorang pakar kecanduan seks menemukan bahwa ada 4 tahap kecanduan seksual diantara orang-orang yan mengkonsumsi porngrafi :

  1. Adiksi : tahap dimana pornografi memberikan rangsangan seksual yang sangat kuat (aphrodisiac effect), diikuti dengan pelepasan, yang palng sering dilakukan melalui masturbasi.
  2. Eskalasi : adiksi dalam waktu yang lama akan membutuhkan material yang lebih eksplisit dan menyimpang untuk memenuhi kebutuhan seksual mereka.
  3. Desensitisasi : apa yang sebelumnya dianggap kotor, mengguncang jiwa, dan mengganggu, pada tahap ini menjadi suau hal yang biasa dan bisa diterima.
  4. Tindakan seksual : terjadi peningkatan kecenderungan untuk mencontoh atau beperan sesuai dengan perilau yang dilihat dalam pornografi.

Bagi yang doyan pornografi, sudah sampai tahap mana Anda?

2. Efek pornografi terhadap para ayah.

Penelitian dan analisis membuktikan, bahwa para pria yang “membeli barang-barang pornografi” adalah mereka yang rendah kepuasannya atas perkawinan, keluarga, dan atas perannya sebagai ayah dibandingkan dengan mereka yang tidak membeli barang-barang sejenis itu.

3. Pornografi dan perceraian

Pada tahun 2003, dalam sebuah pertemuan Akademi Amerika untuk Para Pengacara Perkawinan, sebanyak 1/3 dari para pengacara perceraian yang hadir mengaku bahwa internet berperan penting dalam kasus-kasus perceraian, dan lebih dari separuh kasus itu melibatkan pornografi online. Pornografi hampir tidak berperan dalam kasus-kasus perceraian antar 7 sampai 8 cahun yang lalu.
(Divorcewizards.com http:// <a href=”http://www.divorcew…tats-porn.html)

4. Pornografi dan serangan/kekerasan seksual

Riset yang dikumpulkan dalam beberapa puluh lahun terakhir menunjukkan, bahwa pornografi mendorong kekerasan seksual, termasuk perkosaan dan pelampiasan seksual terhadap anak-anak. (Pornography Victims Compensation Act of 1992, U.S. Senate Comm. on the Judiciary) Para pelampias seks terhadap anak sering menggunakan pornografi untuk merangsang korbannya, untuk mengurangi perlawanan, dan juga sebagai petunjuk untuk langkah seksual selanjutnya.

5. Pornografi merusak perkembangan kepribadian yang alami.

Jika stimulus (pendorong) awal adalah foto-foto porno, remaja akan terkondisikan untuk terangsang dengan foto-foto. jika ini terjadi beberapa kali, besar kemungkinan akan menjadi permanen. Akibatnya, remaja tersebut akan tumbuh menjadi orang yang susah membangun hubungan yang normal dengan lawan jenis yang normal, tanpa pengaruh foto-foto porno.

6. Tindak kriminal yang terkait dengan seks

Penelitian yang dilakukan oleh National Law Center for Children & Families menunjukkan bukti hubungan antara bisnis seks dan kejahatan. Di lingkungan Phoenix, lokasi bisnis seks terbesar di Amerika, angka kejahatan seksual 506 % lebih tinggi diandigkan dengan daerah yang tidak terdapat bisnis seks. Dr. Mary Anne Layden, direktur pendidikan, University of Pennsylvania Health System, menyatakan : “Saya telah memberikan perlakuan terhadap pelaku dan korban kekerasan selama 13 tahun. Saya belum pernah menangani satu kasuspun yang tidak diakibatkan oleh pornografi. (Sumber : Gov, Haven Bradford. “Child Sex Abuse: America’s Dirty Little Secret” MS Voice Children. 3/2000). Nah kan ??

Diolah dari berbagai sumber.

Iklan

2 Tanggapan

  1. masalahnya pak, konteks pornografi ga sama di mata setiap individu.
    teman bilang orang yang pake bikini udah porno, saya sih oke-oke aja sepanjang dia makenya di kolam renang atau pantai.
    tapi putra-putra saya yg masih ABG dengan senang hati ke pantai cuma buat lihat orang pake bikini hehehehehe….

    Jabir
    hehe..
    Makanya definisi pornografi mesti jelas dan punya basis teologis sebagai standar dan kebenaran mutlak. Misalnya menurut Islam pornografi itu bagaimana? Semua jelas.
    Kalo menurut wikipedia (salah situs porno juga-krn memuat byk gambar porno) Pornografi : (dari bahasa Yunani πορνογραφία pornographia — secara harafiah tulisan tentang atau gambar tentang pelacur) (kadang kala juga disingkat menjadi “porn,” “pr0n,” atau “porno”) adalah penggambaran tubuh manusia atau perilaku seksual manusia dengan tujuan membangkitkan rangsangan seksual, mirip, namun berbeda dengan erotika, meskipun kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian.

  2. RUU PORNOGRAFI akan disahkan DPR RI
    Walaupun RUU Pornografi belum sesempurna seperti yang kita harapkan, yaitu dengan dicoretnya kata ANTI pada judul RUU, yang semula RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi.
    Tapi aksi aksi penolakan RUU itu semakin marak dimana mana, tidak hanya dilakukan oleh orang orang yang anti Islam ( yang doyan mengkonsumsi sesuatu yang porno ), tetapi juga dilakukan oleh orang orang yang mengaku Islam

    Ayo ikutan isi Petisi dukungan RUU Pornografi

    http://cokiehti.wordpress.com/2008/09/26/petisi-ayo-dukung-ruu-app/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: