Arti Uang 30 Ribu….

Sebuah kabar yang begitu memilukan, 21 warga Pasuruan meninggal dunia saat mengantri dan berebut zakat dari seorang hartawan. Zakat yang “hanya” Rp.30.000 ternyata begitu berarti bagi mereka yang kemudian dipotong jadi 20 ribu. Bahkan ada yang telah antri sejak shubuh. Sampai akhirnya 21 orang tewas berdesakan…Sedih. Padahal mungkin di rumah mereka ada orang yang sedang menunggu uang 30 ribu itu untuk membeli minyak tanah, buka puasa, atau mungkin untuk makan sahur. Sebegitu miskinkah masyarakat kita ?

Itulah realitas kemiskinan di negeri kita. Pemerintah boleh bangga dengan turunnya angka kemiskinan. Namun penduduk yang menjadi miskin dengan meningkatnya angka kebutuhan hidup akibat melonjaknya harga BBM begitu banyak. Sementara di lain pihak sebagian  wakil rakyat yang melimpah hartanya dan kemudian minta tambahan gaji lagi asyik berpesiar kemana-mana bahkan sampai keluar negeri dengan alasan pansus menghabiskan uang milyaran rupiah. Benar-benar menyakiti hati rakyat. Uang 30 ribu hanya bisa untuk membeli bensin kendaraan dinas para pejabat untuk beberapa kilometer saja. Belum lagi kalau kendaraannya pake pertamax.. Uang sejumlah itu tida cukup untuk biaya doorsmeer mobil pejabat…tak ada artinya untuk mereka. Namun bagi rakyat miskin uang itu begitu berarti…

Saya juga adalah orang miskin. Pernah merasakan sangat miskin. Ketika masih kecil saya pernah jualan jambu air. Kebetulan saya punya kebun jambu air di seberang laut dari desa kelahiran saya. Uang 30 ribu bisa diperoleh dengan sangat susah. Satu karung (bekas karung beras) hanya dihargai 5 ribu rupiah. Butuh 6 karung beras jambu air untuk dapat 30 ribu. Kemudian saya bantu ibu jualan ubi kayu yang dibuat mirip gaplek yang harganya sekitar seribu rupiah per kilogram. Pulang sekolah langsung ke kebun yang letaknya di seberang lautan untuk mencabut ubi kayu, trus dikupas dan dicuci. Malam hari ubinya diparut secara manual lalu diperas airnya dengan menggunakan alat khusus dan besok paginya baru dijual ke pasar. Biasanya pinggangku sakit sekali. Jadi butuh 30 kilo “gaplek” untuk uang 30 ribu rupiah. Banyak laku sekitar 20 kilo. Mungkin sekarang aku tidak bisa melakukannya lagi.Makanya saya tidak terlalu kaget bila ada masyarakat kita yang menganggap uang 30 ribu begitu berarti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: