Jadi caleg, cari mata pencaharian atau memperjuangkan rakyat ?

Fenomena calon legislatif (caleg) layak untuk dicermati. Kita tidak menyangsikan niat baik dari saudara-saudara kita yg berniat menjadi anggota legislatif baik di tingkat daerah, wilayah, maupun pusat. Namun bila ditelisik lebih mendalam dan melihat fakta selama ini ada pergeseran niat baik yang dimiliki oleh para caleg. Anggota legislatif sejatinya akan memperjuangkan kepentingan rakyat yang diwakilinya. Namun dalam kenyataannya sebagian besar hanya memperjuangkan kepentingan pribadi dan partai.

Bahkan ada kesan bahwa kesempatan menjadi anggota legislatif merupakan kesempatan emas untuk memperkaya diri. Fungsi legislatifpun kadang mereka tidak tahu samasekali. Bahkan untuk menulis kata ‘caleg’pun salah. Caleg ditulis dengan calek 🙂 Ini saya temukan saat seseorang yang mendaftar caleg di daerah saya. Hal ini sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Bagaimana kalau seandainya mereka jadi anggota legislatif?

Saat ini di Aceh sedang diadakan tes baca Qur’an untuk calon anggota legislatif. Hampir 20 % dari caleg tidak lolos tes baca Qur’an. Ironis kan? Bagaimana mungkin aka memperjuangkan Islam? Baca Qu’ran saja tidak lancar. Mereka berbicara akan memperjuangkan kepentingan ummat sedangkan pengetahuan mereka tidaklah jauh berbeda dengan orang awam yang tidak mengerti apa-apa. Kita perlu khawatir akan munculnya para ruwaibidhah, yakni orang-orang bodoh yang mau mengurus urusan umat. Kemana umat ini akan dibawa?

Sabda Nabi saw., “Akan datang kepada kalian masa yang penuh dengan tipudaya; ketika orang-orang akan mempercayai kebohongan dan mendustakan kebenaran. Mereka mempercayai para pengkhianat dan tidak mempercayai para pembawa kebenaran. Pada masa itu, ruwaibidhah akan berbicara.” Mereka bertanya, “Apakah itu ruwaibidhah?” Rasulullah berkata, “Ruwaibidhah adalah orang-orang bodoh (yang berbicara) tentang urusan umat.” (HR Ibnu Majah dari Abu Hurairah ra.).

Iklan

7 Tanggapan

  1. Iya kita prihatin juga….semoga mereka mau belajar dan mengerti kebutuhan rakyat…

  2. definitely mencari mata pencaharian, wong modal buat jd calon aja guedhee, minimal balik modal deh 😆

  3. semoga kita dalam setiap pemilu nanti tidak memilih para Ruwaibidhah

  4. kalo menurut saya sih 2 2 nya….

    tapi pasti ada yang cuma untuk sebagai mata pencaharian aja,saya yakin itu….

    mas tahu nggak ada warga miskin tewas 21 orang di pasuruan karena pembagian zakat?

    saya miris mendengarnya,
    Indonesia…negara yang kaya tapi kenapa rakyatnya pada miskin? saya heran..sudah saatnya para CALEG berfikir untuk kemajuan bangsa dan negara….

    mampir2 mas ke blog saya..
    kusandriadi27.wordpress.com…

    makasih,,

  5. jd caleg?niat u/ mmbela umat itu wajib,visi&misi yg jelas itu modal,jgn sampai umat jd korbn kpntingan para pencari materi…maka proses seleksi,adalah hal yg sgt pntng..

  6. ikut nimbrung donk….
    gue M. SAID. S.Ag, Caleg DPR RI Dapil Gresik Lamongan dari PARTAI MATAHARI BANGSA ( PMB )
    yang pasti sebelum semua proses berlanjut…..kita sama2 introspeksi untuk memperbaiki mental dan pola pikir kita, karena bagaimanapun juga Indonesia butuh pemimpin yang bermental MENGABDI UNTUK RAKYAT, memperjuangkan kepentingan RAKYAT juga KEPENTINGAN PEMERINTAH yang benar2 bekerja menjalankan amanat RAKYAT, bukan kepentingan sekelompok. Kalau kondisinya seperti ini terus kapan Indonesia akan bisa maju dan disegani oleh Bangsa Lain ????
    Rakyat butuh pemimpin yang mau peduli jeritan hati rakyat, bukan pemimpin yang “pinter” tapi minteri

  7. Benar kata Pimbem….modal jadi caleg gede…….blom lagi kalau sdh jadi caleg…bentar2 kadernya nongol minta sumbangan ini itu…..turun ke daerah nggak ninggalin buat yang dikunjungi jadi bahan omongan..hehehehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: