PKS Punya Caleg Non-Muslim ??

PKS yg saya kenal adalah salah satu partai Islam yg dulunya terkenal militan, bersih dan bisa dianggap mewakili suara umat Islam. Namun seiring dengan perjalanan waktu, ciri khas Islam yg melekat pada PKS mulai memudar dan bahkan warnanya mulai berasimilasi dengan corak republik Indonesia yg menganut ‘democrazy’.

Teriakan lantang untuk membela Islam tinggal terdengar sesayup sampai, suara itu mulai tenggelam ditelan oleh hiruk-pikuk kesibukan kader yg sebagian asyik jd wakil rakyat dan sistem yg menenggelamkan setiap orng di dalamnya. Perlahan-lahan simpati masyarakatpun mulai beralih ke lain hati. Menurut apa yg lihat sebagai orang luar dari PKS, ada beberapa hal yg menyebabkan ciri khas PKS yg dulu sy kagumi jadi pudar, antara lain :

1. Takut kehilangan suara.
Sy pikir ini penyebab utama dari segalanya. Kekhawatiran ini menyebabkan PKS tidak ingin ditakuti oleh semua kalangan karena adanya stempel militan, ekstremis, fundamentalis, atau Islam garis keras. Kampanye anti teroris yg didengungkan oleh Amerika mmg berhasil menimbulkan ketakutan masyarakat pd ormas yg memiliki stempel diatas. PKS tidak ingin kehilangan suara hanya karena stempel dan embel2 tersebut melekat padanya. Sebagai contoh saat hampir semua ormas Islam berjuang menuntut pembubaran Ahmadiyah, suara yg lantang dari PKS tidak terdengar. Apa karena PKS ingin juga mendulang suara dari Jamaah Ahmadiyah sehingga tdk berani menuntut dgn tegas pembubaran Ahmadiyah di parlemen? Entahlah.. Semoga tidak demikian. Bahkan di tingkat daerah ada caleg PKS yg non-muslim untuk memperbanyak perolehan suara. Apakah bisa dijamin caleg tersebut akan membela Islam nantinya ??

2. Sudah mulai moderat.
PKS tidak ingin dikatakan eksklusif. Pembelaan terhadap Islam di Parlemen hanya sebatas kecaman dan pernyataan. Pdhal ketua MPR dari PKS. Pernyataan ‘menggigit’ yg menceminkan wakil Islam di Parlemen sangat jarang kita dengar. Sy agak ragu apakah nanti walau sudah memperoleh suara mayoritas Islam ttp akan diperjuangjan atau tidak.

3. Terwarnai oleh sistem.
Filosofi bergabung dengan sistem adalah : jika tidak bisa mewarnai sistem, pasti akan terwarnai sistem. PKS sebagai partai Islam kehilangan warna sebagai partai Islam.

4. Sibuk sebagai pejabat dan wakil rakyat.
Bila ada kader yg jd pejabat sudah bisa dipastikan waktunya akan banyak tersita untuk urusan jabatan daripada mengurusi dakwah dan Islam. Alih-alih ingin memperjuangkan Islam lewat jabatan yg dimiliki, malah makin menjauhkan masyarakat dari Islam yg sebenarnya. Masyarakat sudah terlanjur mempercayai tokoh2 PKS sebagai representasi Islam. Jadi perilaku pejabat dan wakil rakyat dari PKS dilihat sebagai perilaku orng Islam yg sebenarnya. Sy melihat semua pejabat dan wakil rakyat dari PKS adalah org2 ikhlas dan taat beribadah, namun karena berada dalam sistem yg tidak Islami bahkan dlm birokrasi yg korup, sulit untuk tidak terkena debu dan imbas dari sistem yg memang sdh rusak dan cacat sejak lahir.

Iklan

5 Tanggapan

  1. Salah satu kelemahan manusia ialah ‘mudah’ membuat amanat. Karena itu banyak pemimpin yang berasal dari umat Islam, memegang banyak jabatan, ketua di sini, wakil ketua di sana, dirikan lagi wadah baru karena dia tidak dapat jabatan, akhirnya jabatannya berpuluh-puluh (renungkanlah makna Al Quran Surat Al Ahzab ayat 72).

    Sedihnya, tak ada satu jabatan pun yang dia sanggupi untuk dilaksanakannya, hanya sekedar membuat dia ‘bangga’ sekali lagi ‘bangga’ karena dia dipandang dan terpandang oleh orang lain. Saya pernah berkunjung ke suatu Ormas Islam terbesar di negeri ini, eee ingin bertemu salah seorang pengurus terasnya, tak ada satu pun orangnya. Hanya ada stafnya saja.

    Tapi, yakinlah setiap amanat yang kita buat, Insya Allah di akherat akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.

  2. No Comment lah
    Itung2 tambah backlink ajah.
    heheeheheheh

  3. Wuaduh, kak… Kalo saya sekeluarga udah mulai kurang simpati nih ma PKS..
    Beberapa kejadian kurang mengenakkan di tempat saya yang kebetulang merupakan basis PKS..
    Padahal dulunya termasuk simpatisan, ups…

  4. ikut nimbrung donk….
    gue M. SAID. S.Ag, Caleg DPR RI Dapil Gresik Lamongan dari PARTAI MATAHARI BANGSA ( PMB )
    yang pasti sebelum semua proses berlanjut…..kita sama2 introspeksi untuk memperbaiki mental dan pola pikir kita, karena bagaimanapun juga Indonesia butuh pemimpin yang bermental MENGABDI UNTUK RAKYAT, memperjuangkan kepentingan RAKYAT juga KEPENTINGAN PEMERINTAH yang benar2 bekerja menjalankan amanat RAKYAT, bukan kepentingan sekelompok. Kalau kondisinya seperti ini terus kapan Indonesia akan bisa maju dan disegani oleh Bangsa Lain ????
    Rakyat butuh pemimpin yang mau peduli jeritan hati rakyat, bukan pemimpin yang “pinter” tapi minteri

  5. rakyat/umat butuh pemimpin yang membawa keselamatan dunia akhirat, yang bagaimana itu? yg jelas bukan seperti yang sudah sudah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: